Maaf: Memohon atau Memberi?

admin 05/07/2016 0
Maaf: Memohon atau Memberi?

Maaf: Memohon atau Memberi?

Oleh: Eka Wartana

Belum lama ini beredar tulisan dari Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. tentang “Mohon maaf lahir dan batin” dan “Minal ‘Aidin wal Faizin

Menurut tulisan itu, tidak tepat mengucapkan kedua kalimat itu pada Hari Raya Idul Fitri dengan alasan yang diuraikan oleh beliau.

Ucapan yang lebih baik: “TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).

Menarik memang tulisan yang terasa ‘melawan arus’ tapi kelihatannya ada benarnya. Ada yang membantah dengan mengatakan bahwa kebiasaan mohon maaf itu adalah budaya Indonesia. Masuk akal juga untuk saling memaafkan, bukan?

Terlepas dari bentuk ucapannya, yuk kita lihat dari sisi lain…..

Pertanyaan yang cukup mengusik adalah:

  • Kenapa MAAF itu tidak diberikan saja, tanpa orang itu harus memohon?
  • Kenapa seringkali kedua pihak merasa benar sehingga tidak perlu kata “maaf”?
  • Kenapa MAAF itu harus di”rapel” ketika Hari Raya?

Orang sering mengatakan lebih baik memberi, daripada meminta atau memohon. Sedekah kita berikan tanpa harus diminta.

Bagaimana kalau kita selalu memberi maaf kepada orang yang bersalah kepada kita secara langsung, tanpa harus menunggu orang itu meminta maaf? Ini memang suatu tantangan yang lumayan berat, yang memerlukan jiwa besar dan pemaaf. Ada unsur ego, gengsi, emosi yang terlibat didalamnya.

Dari sisi lain, orang yang sadar telah berbuat kesalahan, tentunya wajib untuk meminta maaf tanpa menunda lagi sampai Hari Raya.

Sayangnya yang sering terjadi: orang cenderung memaafkan orang lain hanya di bibir, bukan di hati. Lebih parah lagi, bukannya memberikan maaf (walaupun orang lain sudah meminta maaf), tapi malah masih menyimpan dendam, keinginan untuk membalas.

Bagaimana kalau Idul Fitri ini kita jadikan saat untuk “pemutihan” kesalahan dan mengembalikan situasi kearah yang damai dan saling mengasihi. (tanpa harus menjadi kekasih….).

Meminjam istilah SPBU Pertamina:”Mulai dari nol, ya!”. Orang Barat tidak mau memakai angka nol tapi angka satu:”Back to square 1

Semua kesalahan satu dengan yang lainnya dihapus tuntas dan mulai hidup baru yang rukun dan penuh rasa persaudaraan…….

Lebih baik memberi atau meminta maaf…..?

 

“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H”  

“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum” 

Buat rekan rekan yang merayakannya.

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

mindwebway.com

 

Leave A Response »