Abaikan atau Perhatikan?

Eka Wartana 14/07/2026 0
Abaikan atau Perhatikan?

Oleh: Eka Wartana

Kedua nya bertentangan.

Tapi keduanya benar!

Bikin bingung,  kan?

Itu salah satu bukti bahwa banyak hal yang relative di dunia ini, bahkan sekaligus kontradiktif. 

Dua pendapat yang bertentangan.

Yang satu bilang: Abaikan aja hal hal kecil, gak usah dipusingin.  

Yang lain bilang: Perhatikan hal hal kecil karena bisa mengakibatkan masalah besar.

Contoh kasus dibawah ini, menggambarkan dengan jelas apa bedanya.

Abaikan Hal Hal Kecil.

Teman mengatakan:”Kamu tambah gemuk”.

Apakah komentar itu hal kecil atau besar? Buat seorang yang sensitif, komentar itu menyakitkan. Buat orang yang tidak terlalu sensitif, itu adalah hal kecil. Toh tidak mengubah kondisi badan nya. Kenapa komentar (kecil) itu dibiarkan mengusik perasaan seseorang? Jadi: abaikan saja.

Di satu restoran, pelayan salah memberikan minuman. Yang dipesan es kopi, yang dihidangkan kopi panas. Tamu nya marah marah kepada si pelayan.  Sebenarnya itu adalah hal kecil. Tinggal minta es batu, masalah selesai. Tapi sikap si tamu bisa saja berakibat besar: pelayan dipecat.  Hal kecil kok diperbesar….?

Kuncinya: Penting atau tidak? Kalau tidak penting, abaikan!

Perhatikan Hal Hal Kecil.

Sebuah baut dari roda terlepas.

Apalah arti sebuah baut yang kecil itu. Tapi baut yang kecil itu bisa menyebabkan kecelakaan. Jadi, ambil tindakan, pasang kembali baut itu dan kencangkan. Itu hal kecil yang bisa berdampak besar.

Mobil seorang teman bersuara keras ketika distart. Sesudah itu suara mesin nya normal aja. Saya sarankan periksa di bengkel. Mesin sering memberi indikasi masalah sebelum hal fatal terjadi. Saran untuk memeriksa indikasi (kecil) itu diabaikan nya.

Hanya beberapa hari kemudian, mobil nya tidak bisa bergerak (jammed). Akibatnya, biaya besar yang dikeluarkan nya karena kondisi mesin sudah parah.

Kuncinya: Dampak nya besar atau kecil? Kalau dampaknya besar, perhatikan dan ambil tindakan.

Kendali Pikiran dan Perasaan (Emosi)

Stephen R Covey menyarankan supaya stimulus disaring dulu sebelum di respond. Cara ini akan memberi waktu untuk mengolah response melalui neo cortex (sisi logika) untuk mengerem response emosional primitif (response fight/flight).

Coba deh kita perhatikan. Betapa banyak nya masalah yang terjadi di dunia ini yang diakibatkan oleh emosi yang tidak terkendali. Hal hal kecil menimbulkan masalah besar. Sesungguh nya hal hal kecil itu sebaiknya diabaikan saja.

Don’t Swear Small Stuff – Richard Carlson

Itu adalah judul buku yang sangat bagus. Terutama untuk para perfeksionis dan baperian, demi mengurangi ‘penderitaan’ mereka.

Beberapa gagasan Richard Carlson dalam bukunya itu:

Jangan membesar-besarkan masalah kecil.

Contoh: macet, antrean panjang, komentar orang

Belajar menerima ketidaksempurnaan

Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Semakin kita menuntut semuanya sempurna, semakin mudah frustrasi.

 

Jangan menganggap semuanya bersifat pribadi

Orang lain mungkin sedang: lelah, stres, sakit, punya masalah sendiri

Belum tentu perilaku mereka ditujukan kepada kita.

Belajar memaafkan

Menyimpan dendam justru lebih menyiksa diri sendiri.

Kendalikan respons, bukan keadaan

Kita tidak selalu bisa mengendalikan: cuaca, ekonomi, orang lain

Tetapi kita selalu bisa mengendalikan respons kita.

Pilih kedamaian daripada keinginan untuk selalu benar

Sering kali kita berdebat hanya karena ingin membuktikan bahwa kita benar.

Dalam banyak situasi, mempertahankan hubungan lebih bernilai daripada memenangkan argumen.

Jangan menghabiskan energi pada hal-hal kecil yang sebenarnya tidak penting.

“Tidak semua hal kecil layak diperbesar.

Tetapi beberapa hal kecil justru tidak boleh diabaikan.”

“Orang biasa melihat besar-kecilnya masalah.

Orang yang spesial melihat besar-kecilnya akibat.”

Salam Relative-Contradictive,

Eka Wartana

Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking

Professional Licensed Trainer, MWS International

Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb

Over 30 years of experience in various managerial positions

Website: www.mindwebway.com

#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #smallstuff #richardcarlson #baper #perfeksionis

Leave A Response »