Kami kan Cuma Wakil….

Eka Wartana 13/08/2026 0
Kami kan Cuma Wakil….

Oleh: Eka Wartana

Kasihan mereka……!

Dalam perusahaan, kalau ada apa apa, yang bertanggung-jawab adalah Direktur. Wakil Direktur akan mengelak kalau diminta bertanggungjawab:”Aku ‘kan hanya wakil…..!”

Gimana ya kalau para wakil kita berdalih:

“Kenapa kami yang harus bertanggung-jawab? Yang rakyat ‘kan mereka……, aku cuma wakilnya….!”

Prestasinya jauh dari target……

• Targetnya terlalu tinggi ‘kali ya….? (buat orang yang kurang cukup kompetensi dan kerajinannya…?)

• Apakah karena salah urus, salah focus dan suka salah-salahin orang lain…? (keasyikan ‘berjuang’ untuk membungkam sang terminator koruptor, demi melindungi kroninya yang menjadi “korban” tersangka korupsi…?)

• Karena menganggap prestasi tidakah sepenting prestise….?

Rumahnya jauh…..

• Dulu minta rumah, dikabulkan …… (kasihan kalau mereka gak punya rumah, gak bisa focus bekerja …..?)

• Kasihan mereka harus bermacet-ria menuju kantornya di Senayan…., waktunya sangat “mahal”…? (kalau rakyat yang bermacet-ria, itu ‘kan salah PemProv ….?)

• Sekarang diperlukan apartemen supaya efisiensi waktu ke kantornya….. (“Cuma” perlu beberapa T aja kok untuk untuk gedung baru dan apartemen….?).

• Apartemen ‘kan bisa jadi ruang serbaguna, bisa untuk tempat istirahat dan untuk “bobo-bobo siang”…..? (bisa juga berfungsi untuk menyimpan sesuatu atau ‘simpanan’…..?)

Ruang kerjanya sempit….

• Setiap anggota ‘kan perlu “hanya” satu orang tenaga ahli (sementara mereka sendiri tidak cukup ahli…?) dan dua tenaga administrasi….(gak tahu ada atau tidak kerjanya, yang jelas gajinya ada…..).

• Dengan 3 orang tenaga pendukung, jumlah mereka ‘kan hanya 3x lipat dari jumlah anggota…..? (Ini ‘kan membantu memindahkan pengangguran dari rumahnya ke kantor mereka…..?)

• Katanya ruang kerjanya sempit……. (semoga tidak sesempit hati dan pikirannya….?)

Rasanya ingin tahu, berapa hari dalam sebulan ruang kerja mereka itu dipakai untuk bekerja (bukan ngerumi atau aktifitas yang tak produktif lainnya…). Berapa persen kehadiran anggotanya rata rata dalam setahun?

Dalam perusahaan, kalau ada apa apa, yang bertanggung-jawab adalah Direktur. Wakil Direktur akan mengelak kalau diminta bertanggungjawab:”Aku ‘kan hanya wakil…..!”

Kalau para anggota itu gimana ya kalau berdalih:

“Kenapa kami yang harus bertanggung-jawab. Yang rakyat ‘kan mereka……, aku cuma wakilnya….!”

Kasihan mereka……

Tapi “mereka” itu siapa ya….? Rakyatnya atau wakilnya….?

Salam Berpikir Tanpa Mikir……

Leave A Response »