Komunikasi Bukan Pengaruh

Eka Wartana 03/06/2026 1
Komunikasi Bukan Pengaruh

Oleh: Eka Wartana

Banyak perusahaan hanya fokus dalam meningkatkan Communication Competency. Bagus sih bagus, tapi tidak cukup bagus, tanpa dilengkapi dengan competency yang satu lagi.

Ada yang bisa menabak, competency apa yang satu nya itu?

Orang yang pandai berbicara belum tentu mampu memengaruhi.

Dan lebih parah lagi: Orang yang mampu memengaruhi belum tentu banyak berbicara.

Mari kita lihat kenyataan yang sering terjadi.

Ada trainer yang berbicara tiga jam tanpa henti.

Peserta mengangguk.

Peserta tersenyum.

Peserta bertepuk tangan.

Besoknya? Tidak ada yang berubah.

Kalau begitu, sebenarnya apa yang terjadi?

Jawabannya sederhana:

Komunikasinya berhasil. Pengaruhnya gagal.

Pesan tersampaikan. Perilaku tidak berubah.

Banyak orang bangga karena merasa dirinya komunikatif.

Pandai presentasi.

Pandai menjelaskan.

Pandai membuat slide PowerPoint yang indah.

Pandai berbicara panjang lebar.

Tetapi setelah semua itu selesai, tidak ada tindakan yang terjadi.

Kalau tidak ada tindakan yang berubah, apakah benar dia berpengaruh?

Belum tentu.

Competency yang tidak kalah penting nya: Impact & Influence (Dampak dan Pengaruh)

Komunikasi hanya menjawab satu pertanyaan:

“Apakah mereka mengerti?”

Impact & Influence menjawab pertanyaan yang berbeda:

“Apakah mereka mau berubah dan bertindak?”

Itu sebabnya banyak orang yang pandai mengajar tetapi tidak pandai memimpin.

Banyak yang pandai menjelaskan tetapi tidak pandai menjual.

Banyak yang pandai berbicara tetapi gagal meyakinkan.

Seorang dosen bisa menjelaskan teori bisnis dengan sangat rinci.

Tetapi ketika harus mencari investor untuk bisnisnya sendiri?

Belum tentu berhasil.

Kenapa?

Karena investor tidak membeli penjelasan.

Investor membeli keyakinan.

Di dunia korporasi, fenomena ini terlihat jelas.

Ada manager yang setiap minggu mengadakan meeting.

Slide-nya bagus.

Penjelasannya bagus.

Bahasanya bagus.

Tapi timnya tetap tidak bergerak.

Target tetap meleset.

Masalah tetap berulang.

Kenapa?

Karena dia hanya berkomunikasi.

Dia tidak memengaruhi.

Sekarang mari kita lihat sisi yang lebih kontroversial.

Politisi sukses sering kali tidak memiliki komunikasi terbaik.

Bahkan ada yang tata bahasanya biasa saja.

Ada yang pidatonya sederhana.

Ada yang tidak terlalu pintar menjelaskan.

Tapi jutaan orang mengikuti mereka.

Kenapa?

Karena mereka memiliki Impact & Influence.

Mereka mampu menggerakkan emosi, keyakinan, dan tindakan orang lain.

Inilah kesalahan yang sering terjadi dalam pengembangan kompetensi.

Perusahaan mengirim orang ke training Communication Skills.

Setelah training selesai, mereka berharap orang tersebut menjadi lebih berpengaruh.

Belum tentu.

Karena:

Communication adalah kendaraan.

Influence adalah tujuan.

Mobil yang bagus tidak menjamin sampai ke tujuan.

Dalam dunia penjualan, perbedaannya lebih terlihat lagi.

Customer sudah mengerti produk Anda.

Sudah mengerti spesifikasinya, manfaatnya, harganya.

Tetapi tetap tidak membeli.

Kenapa?

Karena mengerti tidak sama dengan percaya.

Dan percaya tidak sama dengan bertindak.

Dalam banyak organisasi, promosi jabatan sering diberikan kepada orang yang komunikasinya bagus, pintar presentasi, pintar berbicara, pintar membuat laporan.

Tetapi ketika menjadi pemimpin, mereka kesulitan.

Kenapa?

Karena memimpin bukan sekadar berbicara.

Memimpin adalah memengaruhi.

Mari kita bicara lebih blak-blakan.

Kalau tujuan Anda hanya membuat orang mengerti, cukup kuasai Communication.

Tetapi kalau tujuan Anda membuat orang berubah, bergerak, mendukung, membeli, mengikuti, atau berkomitmen

maka Anda membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi: Impact & Influence.

Karena pada akhirnya organisasi tidak dibayar karena banyaknya komunikasi.

Organisasi dibayar karena hasil.

Dan hasil muncul ketika orang bertindak.

Bukan ketika mereka sekedar mengerti.

Pembelajaran

  • Komunikasi yang baik tidak otomatis menghasilkan pengaruh.
  • Orang bisa mengerti tetapi tidak setuju.
  • Orang bisa setuju tetapi tidak bertindak.
  • Pengaruh baru terjadi ketika perilaku, keputusan, atau tindakan berubah.
  • Communication adalah fondasi.
  • Impact & Influence adalah level diatasnya.

Karena itu:

Jangan bangga hanya karena orang mendengarkan Anda.

Banggalah ketika mereka bertindak setelah mendengarkan Anda.

“Pada akhirnya, dunia kerja tidak peduli seberapa lancar Anda berbicara.

Dunia kerja hanya peduli pada perubahan setelah Anda berhenti berbicara”

.

Salam Relative-Contradictive,

Eka Wartana
Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking

Professional Licensed Trainer, MWS International

Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb

Over 30 years of experience in various managerial positions

Website: www.mindwebway.com

#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #competency #communication #impactandinfluence

One Comment »

  1. purwanto 03/06/2026 at 5:30 pm - Reply

    Bos gimana biar orang bs punya keterampilan impact & influence?

Leave A Response »