Oleh: Eka Wartana
Egois dan egosentris sering dianggap sama, padahal berbeda.
Egois
Fokus pada kepentingan diri sendiri
Pertanyaan utamanya: “Apa untungnya buat saya?”
Lebih berkaitan dengan kepentingan
Bisa sadar bahwa orang lain punya kebutuhan, tapi tidak terlalu peduli
Cenderung mengambil lebih banyak untuk dirinya
Egosentris
Fokus pada sudut pandang diri sendiri
Pertanyaan utamanya: “Kenapa orang lain tidak melihat seperti cara saya?”
Lebih berkaitan dengan cara berpikir
Sering sulit menyadari bahwa orang lain punya perspektif berbeda
Cenderung menganggap pandangannya yang paling benar atau paling wajar
Contoh Egois
Ada satu potong pizza tersisa untuk 4 orang.
Orang egois berkata: “Saya ambil saja. Saya lapar.”
Dia tahu orang lain juga mungkin ingin pizza itu, tetapi kepentingan dirinya lebih diutamakan.
Contoh Egosentris
Dalam rapat, seorang manager berkata:
“Ide ini jelas bagus. Saya tidak mengerti kenapa kalian tidak setuju.”
Dia belum tentu egois. Bisa jadi dia sungguh percaya idenya bagus.
Masalahnya, dia kesulitan melihat perspektif orang lain.
Analogi Sederhana
Egois = mengambil kue paling besar.
Egosentris = mengira semua orang suka rasa kue yang sama dengan dirinya.
Yang Menarik
Seseorang bisa:
✅ Egois tapi tidak egosentris.
Contoh: “Saya tahu keputusan ini merugikan kalian, tapi saya tetap memilih yang menguntungkan saya.”
Dia paham perspektif orang lain, tetapi tetap memilih dirinya.
✅ Egosentris tapi tidak egois.
Contoh: “Saya yakin ini keputusan terbaik untuk semua orang.”
Niatnya baik, tetapi dia tidak menyadari bahwa orang lain memiliki kebutuhan yang berbeda.
❌ Bisa juga keduanya sekaligus.
Contoh: “Pendapat saya yang paling benar, dan kepentingan saya yang paling penting.”
Nah, kombinasi ini biasanya yang paling sulit diajak diskusi.
Dalam Konteks Problem Preventing
Egois sering menjadi sumber masalah karena orang mengabaikan dampak keputusan terhadap pihak lain.
Egosentris sering menjadi sumber masalah karena orang gagal melihat informasi atau perspektif yang berbeda.
Dengan kata lain:
Egois menghambat empati.
Egosentris menghambat critical thinking.
Karena itu, dalam banyak kasus, egosentris justru lebih berbahaya daripada egois. Orang egois masih tahu bahwa dirinya sedang mengutamakan diri sendiri. Tetapi orang egosentris sering tidak sadar bahwa cara pandangnya terlalu sempit.
Blind spot.
Egosentrisme adalah salah satu bentuk blind spot yang paling sulit dikenali karena sumber masalahnya bukan kurangnya informasi, melainkan ketidakmampuan melihat dari sudut pandang lain
Salam Relative-Contradictive,
Eka Wartana
Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking
Professional Licensed Trainer, MWS International
Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb
Over 30 years of experience in various managerial positions
Website: www.mindwebway.com
#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #egois #egosentris #serupatapitaksama







