Artikel »
Generasi Sandwich dan Bunda Burger
Oleh: Eka Wartana Belakangan ini sandwich kalah populer dengan burger. Tapi, tidak demikian dengan istilahnya. ‘Sandwich’ generation lebih dikenal daripada ‘burger’ mother. Tidak heran, karena istilah burger mother (parent) itu baru terpikir oleh saya
Read More »Ala Preman dan Professional
Oleh: Eka Wartana Bagaimana membedakan seorang bermental preman dan professional? Salah satu caranya adalah dari caranya berdebat, berargumentasi. Banyak contoh yang kita bisa lihat di bidang politik. Banyak politikus yang berdebat dengan cara preman.
Read More »Senang atau Sengsara, Pilihan kita
Oleh: Eka Wartana Kata psikolog: “Manusia cenderung mencari kesenangan dan menghindari sengsara.” Kenyataannya, dalam kehidupan telah terjadi penyimpangan penyimpangan. Orang yang terlalu focus pada kesenangan malah menjadi sengsara. Secara tidak langsung sesungguhnya mereka mencari
Read More »Berubah Tidak (selalu) Bagus
Oleh: Eka Wartana “Berubah atau mati”, begitu kata orang…. Eits, ntar dulu…. Berubah memang perlu, bahkan penting. Tapi ada kondisi yang menunjukkan apakah perubahan itu membawa manfaat atau bencana. Sebelum kita membahas kondisi itu,
Read More »Inflasi Waktu, Erosi Mutu
Oleh: Eka Wartana Tahukah kita bahwa: Semakin banyak orang yang suka berbagi (sharing). Sebagian orang berbagi uang, berbagi rezeki. Lebih banyak lagi orang yang suka berbagi informasi, baik berupa pesan pesan, twitter, IG, video,
Read More »The Most Hardworking Person (MBTI)
Orang yang pekerja keras cenderung ingin ‘get things done’ dan memiliki ‘sense of accomplishment’ (tugas dilaksanakan, diselesaikan). Menurut Abby Reinhard dalam artikelnya 27 Dec 2022 (Bestlife), orang dengan tipe MBTI berikut ini adalah orang
Read More »Cara Penghadapi Boss Perfeksionis
Oleh: Eka Wartana Bulan Oktober lalu kita membahas tentang sisi positive dari boss yang perfeksionis. Bagaimana caranya menghadapi beliau yang perfeksionis itu? Inilah yang kita ulas di sini. Boss itu ada macam macam modelnya.
Read More »Quiet Firing vs Quiet Quitting
Oleh: Eka Wartana note: This article is available in 17 languages. Karyawan punya ‘senjata’ quiet quitting yang konon untuk menjaga work-life balance. Perusahaan tidak mau kalah, juga punya senjata: quiet firing. Karyawan diperlakukan sedemikian
Read More »












