Artikel »
Tua Tidak Harus Pikun
Oleh: Eka Wartana Label yang diberikan untuk orang tua: lambat, pikun, kuno….. Ketika melihat orang yang menyetir mobil dengan lambat didepannya itu adalah orang tua, dia langsung berkomentar:”Dasar urang gaek”(Minang: gaek = tua) Banyak
Read More »Micro-Managing, Sumber Stress
Oleh: Eka Wartana Macam macam ya, gaya para atasan di perusahaan. Ada yang demokratis, ada yang otoriter, ada yang rendah hati; ada yang arogan; ada yang menyerahkan banyak aktifitas ke bawahannya, ada yang mengerjakan
Read More »Jangan Abaikan Dua Potensi Ini
Oleh: Eka Wartana Ada dua potensi yang bertolak belakang. Keduanya sangat penting, namun sering diabaikan dan dilupakan orang. Akibatnya, timbul kerugian berupa kehilangan kesempatan berkembang dan kehilangan biaya besar. Apa kedua potensi itu? Potensi
Read More »TIPS MENCEGAH POST-POWER SYNDROME
Oleh: Eka Wartana Mengherankan…., kok di dictionary Harvard, Cambridge, Merriam-Webster tidak bisa saya temukan istilah post-power syndrome (PPS) ya….? Apakah ini hanya istilah di Indonesia? Orang sono tidak ada yang mengalaminya….? Apa penyebab PPS?
Read More »Jangan Berubah
Oleh: Eka Wartana Gak salah nih….? Kalau Anda mengerutkan kening ketika membaca judul ini, itu normal aja kok. Setiap orang tentu perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Asalkan jangan ‘asal berubah’. Ada lho
Read More »Generasi Sandwich dan Bunda Burger
Oleh: Eka Wartana Belakangan ini sandwich kalah populer dengan burger. Tapi, tidak demikian dengan istilahnya. ‘Sandwich’ generation lebih dikenal daripada ‘burger’ mother. Tidak heran, karena istilah burger mother (parent) itu baru terpikir oleh saya
Read More »Ala Preman dan Professional
Oleh: Eka Wartana Bagaimana membedakan seorang bermental preman dan professional? Salah satu caranya adalah dari caranya berdebat, berargumentasi. Banyak contoh yang kita bisa lihat di bidang politik. Banyak politikus yang berdebat dengan cara preman.
Read More »Senang atau Sengsara, Pilihan kita
Oleh: Eka Wartana Kata psikolog: “Manusia cenderung mencari kesenangan dan menghindari sengsara.” Kenyataannya, dalam kehidupan telah terjadi penyimpangan penyimpangan. Orang yang terlalu focus pada kesenangan malah menjadi sengsara. Secara tidak langsung sesungguhnya mereka mencari
Read More »












