Bertambah, Berkurang, Berubah

Eka Wartana 06/12/2023 0
Bertambah, Berkurang, Berubah

Oleh: Eka Wartana

Fenomena kehidupan ini memang menarik….

Setiap ada pertambahan, sering diikuti oleh pengurangan.

Tapi ada juga anomalinya. Pertambahan diikuti oleh pertambahan juga. Atau pengurangan malah diikuti pertambahan. Ada lagi yang bukan pertambahan ataupun pengurangan, tapi perubahan….

Contohnya?

Bertambah tapi berkurang:

  • Usia bertambah, kemampuan fisik berkurang (jalannya slow motion)
  • Pengeluaran bertambah, tabungan berkurang (ini sih semua orang tahu).
  • Tambuah ciek, kesehatan berkurang (tambuahnyo kebanyakan)
  • Pekerjaan bertambah, waktu santai berkurang (terutama kalau boss tidak ada!)
  • Kecepatan bertambah, waktu tempuh berkurang. (kecuali kalau mampir di rumah sakit!)
  • Jumlah anak bertambah, tabungan berkurang (tapi katanya banyak anak banyak rezeki??)
  • Teguran boss bertambah, semangat kerja berkurang (buat yang mentalnya lemah aja)

Kontranya, bertambah, malah bertambah lagi:

  • Usia bertambah, kriput bertambah (bisnis bagus buat orang salon!)
  • Pengeluaran bertambah, utang bertambah. (kalau untuk menyogok oknum, malah piutang yang bertambah)
  • Kecepatan kerja bertambah, prestasi kerja bertambah (kecuali kalau cepat tapi ngawur)
  • Fasilitas bertambah, semangat kerja bertambah (biasanya sih untuk sementara aja….lama lama balik lagi ke kebiasaan lama!)
  • Pemasukan bertambah, pengeluaran bertambah (mencari keseimbangan baru)
  • Tanggung jawab pekerjaaan bertambah, income bertambah (kecuali kalau si boss pelit melilit?)
  • Istri bertambah, persoalan bertambah (stress meningkat???)

Bertambah dan berubah:

  • Usia bertambah, jumlah dan warna rambut, kumis, jenggot berubah….. hitamnya luntur (herannya wambut bagian bawah kok tidak beruban ya…?)
  • Penghasilan bertambah, perhatian dan cinta ke keluarga luntur (beralih ke ‘daun muda’)
  • Duit bertambah, gaya hidup dan sikap berubah (jadi sombong, gayanya bossy)
  • Pangkat makin tinggi, lupa dengan kawan lama (ibarat kacang lupa sama kulitnya)

Yang berkurang ikut berkurang:

  • Sedekah berkurang, pahala berkurang (apalagi kalau duitnya bertambah dan sedekahnya berkurang, pahalany bisa minus….?)
  • Perhatian berkurang, komunikasi berkurang (akhirnya:”Loe, gue…end!)
  • Penjualan berkurang, komisi berkurang (masalah bertambah, apalagi kalau terjerat pinjol!)

Berkurang malah bertambah:

  • Setoran berkurang, omelan bertambah (setoran ke atasan yang korup, dan juga ke istri?)
  • Jumlah kesalahan kerja berkurang, prestasi bertambah mantap (kecuali kalau hobi nyalahin orang lain, maka ketidakpercayaan orang akan berkurang)
  • Jumlah absen berkurang, nilai disiplin bertambah. (kecuali kebiasaan di absenin teman seperti di zaman dulu….Sekarang sudah beda)

Rekan rekan tentunya bisa menambah banyak lagi contoh contoh yang terjadi di dalam kehidupan sehari hari.

Kesimpulan:

Untuk meningkatkan hidup ini, kita perlu memilih: mana yang perlu ditambah, mana yang perlu dikurangi dan mana yang perlu diubah….

Salam Relative-Contradictive,

Eka Wartana

Author:

Relative-Contradictive dalam Profesi, (pesan buku via WA ke: 081281811999)

Berpikir Tanpa Mikir – Terobosan Cara Berpikir,

To Think Without Thinking – A Thinking Breakthrough,

MindWeb-A New Way of Thinking.

Founder and Master Trainer:

The MindWeb Way of Thinking

Problem-Preventing, The Advanced Competency – The MindWeb Way

#relativecontradictive #problempreventing #tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #ekawartana  #karyaanakbangsa #aslikaryaindonesia #mindweb

Leave A Response »