Your amazing brain!

admin 01/02/2014 0

Kedahsyatan Otak Kita – Your amazing brain!

Smart Emotion Radiotalk, Bp. Anthony Dio Martin, 28 April 2011

Otak yang beratnya hanya 1.5 kg memiliki sel glia sebanyak 1 triliun, yang kalau dijejerkan, panjangnya sama dengan jarak bumi ke bulan, bolak balik. (menurut Lilian Too)

 

Rata rata orang menggunakan 3-10% kemampuan otaknya. Kemampuan kita jauh lebih besar dari apa yang kita berdayakan. Ada lelucon tentang lelang otak dari Pak Martin dimana otak orang Indonesia yang paling laris……tapi kena sensor! (kuatir ada yang tidak senang…..).

 

Asumsi orang bahwa kecerdasan ditentukan oleh besarnya otak atau oleh banyaknya sel neuron, ternyata tidak benar. Kecerdasan manusia ditentukan oleh banyaknya hubungan antar neuron. Ibaratkan computer yang mempunyai memori yang besar, tapi kalau programnya tidak ada, akan tidak bermanfaat. (gajah yang berat otaknya 6 kg, 4 kali otak manusia, cuma bisa main sirkus dan diajarin main sepak bola.…;-))

 

Semakin banyak otak dilatih, dipakai, semakin banyak hubungan antar neuron terbentuk dan semakin meningkat kemampuan otak kita.

 

Setelah usia 20 thn, manusia kehilangan masa otak 1 gram/ tahun (hei, ada cara baru untuk ngurusin badan nih, parkir aja otak kita….). Sebanyak 190 ribu sel neuron akan hilang (tidak berfungsi) per hari. (makan banyak gulai otak tidak akan membantu mengganti sel neuron itu..., apalagi kalau diambil dari otak keledai…..;-)).

 

Kabar baiknya: sel yang hilang itu hanyalah sel sel yang tidak dipakai sehingga kehilangan fungsi dan efektifitasnya. (coba deh cek gudang kita…pasti banyak barang rongsokan, yang tidak pernah dipakai….kasih tukang loak aja….kalau bisa sekalian dengan sel otak yang gak dipakai itu…tapi sayangnya kiloannya gak nambah….).

 

Jadi, bukan hanya faktor umur saja yang menentukan kapasitas berpikir manusia, tapi seberapa banyak otak dipakai. (disini tidak berlaku “hemat energi”….semakin hemat otak dipakai, semakin berkarat dia…..mending kalau otaknya terbuat dari berlian, semakin ber “karat”, semakin mahal harganya….)

 

Banyak orang hanya memakai otaknya untuk mengumpulkan informasi saja. Semua informasi yang masuk hanya disimpan saja untuk dikeluarkan saat diperlukan. (kayak orang gudang aja…..seharusnya barang2 diolah jadi produk jadi….bukan hanya bahan baku….gak ada nilai tambahnya….!).

Seharusnya semua informasi yang diperoleh dikaitkan dengan informasi2 lainnya, dibandingkan dengan pengalaman dimasa lalu. (beda kan: makan nasi goreng dan makan bahan mentah nasi gorengnya: makan dulu nasi putihnya…lalu makan cabenya, terus bawangnya, mericanya…capek deh! Karena tidak merasakan ‘nikmat’nya, lama kelamaan otak malas juga menerima informasi….).

 

Inilah tantangan yang kita hadapi. Setiap baca koran, hubungkan beritanya dengan hal hal lain, pikirkan sebab akibatnya. (banyak orang yang hanya tertarik baca berita perkosaan, perampokan….jadinya otaknya ‘kotor’, perlu di bawa ke laundry….;-))

Tambah Mbak Eka Dewi: otak itu ibaratkan otot(urat), semakin dilatih dengan beban, semakin bagus fungsinya. (bedanya: urat bisa dibikin jadi bakso urat…tapi otak gak bisa dibuat bakso.paling banter dibikin otak otak….)

 

Pada test untuk penderita Alzheimer, penurunan daya pikir, ada dua group yang diberikan kegiatan yang berbeda. Yang satu dilatih dengan mengisi Teka Teki Silang, yang satunya tidak melakukan apapun. Ternyata group kedua daya pikirnya menurun dengan cepat. Kepikunan terjadi karena otak jarang dilatih. (plus sugesti diri: “Saya sudah tua, wajar saja pikun…..”, jadi karena merasa pikun tidak berani mikir berat…ya semakin pikunlah….Itu bukan salah otaknya, tapi cuma salah naruhnya aja, bukan dikepala tapi didengkul...;-))

 

Otak tengah menghubungkan otak kiri (pikiran logis, serius, hitung2an) dan otak kanan (seni, kreatif). Banyak ditawarkan program otak tengah, dimana dipromosikan anak bisa membaca dengan mata tertutup. Ternyata prestasi akademiknya biasa biasa saja. (mereka melanggar kodrat….dikasih mata kok malah ditutupin…..tapi kalau sudah buta, pengin di ‘buka’in...)

 

Bagian2 otak: Batang otak (otak reptil, untuk masalah sex, makan, minum), Cerebellum (otak mamalia, untuk emosi dimana amygdala ada disana) dan Cerebrum (otak kognitif paling tinggi, berwarna abu abu….)

 

Karena ketika lahir bayi tidak mendapatkan ‘manual’ bagaimana harus berpikir, manusia berpikir berdasarkan trial & error (coba coba).

 

Diskusi Telpon.

  • Sewaktu kecil sulit menghafal, tapi sesudah kuliah malah lebih mudah. ADM: itu dipengaruhi oleh niat atau emosi. Mungkin ketika kecil merasa terpaksa. Sesudah besar ada kesadaran akan pentingnya apa yang dipelajari untuk masa depannya. (Bp Ridwan)
  • Berpikir tentang kenapa berpikir……(‘air mengalir dari atas ke bawah’). ADM: Kita mahluk yang luar biasa, yang bisa memikirkan, kenapa kita berpikir tentang sesuatu (metakognisi). (Bp Taufik)
  • Ada orang yang bisa cuek bebeh….ada yang begitu down kalau ada masalah. ADM: Itu disebabkan karena masing2 mempunyai program otak sendiri. Kita bisa memprogram ulang pikiran kita. (Ibu Ambar).
  • Tips mengajarkan sesuatu kepada anak:
    • Beritahu apa gunanya. Otak memerlukan alasan untuk melakukan sesuatu.
    • Ciptakan suasana yang nyaman.

 

Cara memprogram otak kita:

  1. Teknik menambahkan informasi baru sehingga wawasan kita bertambah.
  2. Teknik membingkai ulang (reframe). Ganti informasi lama dengan yang baru. Bingkai ulang informasi lama.

 

Keduanya bisa diperoleh dengan pengetahuan Neuro Linguistic Programming (NLP). Pada orang yang memiliki split personality, otaknya mampu mengubah warna bola matanya (bukan pakai spidol loh…atau contact lens).

Nah, kebetulan Pak Martin akan mengadakan training tentang NLP (juga diajarin bagaimana berjalan diatas api, tanpa terluka sama sekali….ini mengubah rasa percaya diri dengan sangat signifikan!). Selain tips itu, masih banyak lagi ilmu yang bisa diperoleh dari training NLP (saya sudah ikut, jadi tahu persis apa yang didapat).

 

NLP + Firewalking

23-25 Mei 2011

Hotel Santika, Jakarta.

Contact no: 021 3518505

 

Kesimpulan:

  • Semua orang terlahir dengan hardware (termasuk: otak) yang sama, baik yang namanya Barrack Obama (juga Osama bin Laden), SBY, Anthony Dio Martin….semuanya mendapat ‘jatah’ otak yang sama. (Einstein malah otaknya lebih ringan, cuma 1.23 kg dari kebanyakan orang 1.5 kg….dapat diskon….;-)). Yang membedakan kualitasnya adalah program yang dilakukan kepada otaknya.
  • Tetaplah haus, haus akan informasi, haus ilmu, teruslah belajar (kalau enggak….trainer gak punya pemasukan….;-)).
  • Kalau kehidupan kita buruk, jangan salahkan situasi, tapi program ulang otak Anda……(gak usah pakai orang IT….entar salah program….!)

 

Best regards,

Eka Wartana

 

 

Leave A Response »