Sama Sama Professional, Tapi Berbeda

Eka Wartana 28/10/2026 0
Sama Sama Professional, Tapi Berbeda

Oleh: Eka Wartana

Apa nya yang berbeda?

Seorang pemain sepak bola professional marah marah kepada pelatih nya karena ditarik keluar ditengah permainan. Apapun alasan pelatih, dia tidak bisa menerima. Kalau dipikir pikir, main bola kan melelahkan ya. Sementara duduk di kursi cadangan ‘kan  lebih santai. Gaji tetap jalan.

Tetapi pemain bola professional maunya terus berjuang di lapangan untuk memenangkan pertandingan. Tujuan nya? Supaya muncul dipermukaan sebagai pemain yang handal. Hasilnya, bayaran nya meningkat dan dicari cari klub lainnya.

Ditarik saat bermain, ataupun tidak diturunkan ke lapangan, sama sama membuat pemain bola marah. Kalau teru terusan begitu, maka karier nya kan melempem. Motivasinya: turun ke lapangan!  

Bagaimana dengan karyawan Perusahaan? Banyak yang mengaku sebagai professional, tapi kelakuannya amatiran. Dikasih tugas tambahan, mengeluh. Padahal itu memberi kesempatan buat mereka untuk berkembang dengan pengetahuan dan pengalaman baru.

Kalau ada tambahan kerja, imbalannya: naik gaji. Motivasi nya hanyalah materi, motivasi level bawah.

Ada study yang diadakan oleh LiveCareer di USA terhadap 1.160 pekerja pada December 2024. Study itu mempelajari tentang sikap karyawan terhadap tambahan kerja diluar job description nya.

Hasilnya?

30% menerima dengan sukarela  (sekitar 3 dari 10 karyawan)

56% menerima dengan enggan dan merasa tertekan (6 dari 10 karyawan)

11% menetapkan batasan dan syarat

3% menolak langsung.

Yang 30% itu boleh dikatakan mendekati sikap professional. Study di Indonesia belum ada. Kalaupun ada tentunya berbeda dengan hasil diatas. Kemungkinan angka 30% lebih tinggi di USA atau Indonesia? Seperti nya di Indonesia ya? Orang Amerika lebih perhitungan soal kerja. Di sini karyawan lebih fleksibel.

Perlu dicatat bahwa profesionalisme bukan hanya tentang kesediaan menerima pekerjaan tambahan. Profesionalisme juga menyangkut kualitas hasil kerja, tanggung jawab, kejujuran, komitmen, dan kemampuan menyampaikan keberatan secara tepat.

Perbedaan antara sikap profesional dan amatir terletak pada pola pikir (mindset), orientasi kerja, konsistensi, serta cara mereka menghadapi masalah dan tanggung jawab.

Berikut adalah perbandingan mendetail mengenai karakteristik keduanya:

Aspek Sikap Profesional Sikap Amatir
Orientasi & Motivasi Berorientasi pada kualitas hasil jangka panjang, kepuasan klien/pemberi kerja, serta nilai yang diciptakan. Motivasinya berasal dari komitmen dan standar kerja yang tinggi. Cenderung berorientasi pada hasil instan atau keuntungan cepat (bayaran, pujian). Motivasinya sering kali bergantung pada mood (suasana hati).
Konsistensi & Kinerja Tetap memberikan kinerja dan standar yang tinggi meskipun sedang tidak mood atau menghadapi tekanan besar. Kinerja sangat dipengaruhi oleh suasana hati atau motivasi sesaat. Jika sedang malas atau kecewa, hasil kerja cenderung menurun drastis.
Tanggung Jawab Bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dilakukan. Tidak mencari-cari alasan atau menyalahkan pihak lain, serta fokus mencari solusi. Cenderung mudah menyalahkan faktor eksternal (keadaan, rekan kerja, alat, atau cuaca) ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana.
Sikap Terhadap Kritik Terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif. Menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar dan berkembang. Cenderung baper (bawa perasaan) atau bersikap defensif ketika kinerjanya dikritik, karena menganggap kritik sebagai serangan pribadi.
Manajemen Waktu & Etika Sangat menghargai waktu (disiplin), menepati tenggat waktu (deadline), dan memegang teguh etika kerja serta kerahasiaan. Sering meremehkan waktu, kerap datang terlambat, sering menunda-nunda pekerjaan (procrastination), dan mengabaikan komitmen waktu.
Fokus pada Proses Menikmati proses penguasaan keahlian, teliti pada detail, dan selalu ingin meningkatkan kompetensi diri (terus belajar). Cenderung terburu-buru ingin segera selesai tanpa memperhatikan kualitas mendalam, serta cepat merasa puas dengan kemampuan yang ada.

Kesimpulan Utama

Perbedaan paling mendasar adalah komitmen. Seorang amatir melakukan sesuatu hanya saat mereka ingin melakukannya atau saat kondisinya sedang mendukung. Sebaliknya, seorang profesional memperlakukan tanggung jawabnya sebagai sebuah kewajiban yang harus diselesaikan dengan standar terbaik, terlepas dari situasi dan perasaannya hari itu.

Sama sama professional? Bukan! Yang satu memang professional, yang satunya bersikap seperti professional dengan basis amatiran….

Itu bedanya ya……

Salam Relative-Contradictive,

Eka Wartana

Founder The MindWeb Way (Berpikir Tanpa Mikir)

#Berpikirtanpamikir #mindwebway #ekawartana #relativecontradictive #karyanakbangsa #professional #amatir

Leave A Response »