Bisa Jadi Liar
Oleh: Eka Wartana
Kenapa “kuda”?
Karena kuda itu sangat kuat, apalagi ketika menjadi liar:
° Mampu mematahkan hati ketika sedih
° Mampu melengserkan akal sehat ketika marah
Karena nya jangan biarkan ‘kuda’ menjadi liar.
Bagaimana mengendalikan si ‘kuda liar’?
Sebelum mengetahui cara nya, kita lihat dulu kenapa si ‘kuda’ menjadi liar.
Sumber penyebabnya adalah: terlalu sensitive!
Reaksinya terlalu cepat dan berlebihan.
Ibarat alarm mobil, tertiup angin langsung berbunyi. Ini bukan hanya merepotkan pemilik mobil tapi juga orang orang lain. Sensitifitas nya perlu di adjust (sesuaikan).
Demikian pula dengan emosi. Ketika seseorang emosional, apakah sedih, marah, senang, takut, jijik reaksi nya langsung ke fight-flight (lawan atau kabur). Terjadi pembajakan amygdala. Sisi rasional nya di bypass.
Stephen Covey menyarankan supaya stimulus disaring dulu sebelum memberikan response. Dalam hal ini, prefrontal cortex berperan sangat penting. (bagian otak yang mengatur peran eksekutif: pengendalian impuls, pengambilan keputusan, pemrosesan emosi dan sosial)
Polisi berteriak:”Freeze!” untuk memaksa pejahat berhenti. Kalau tidak, peluru akan menghunjam tubuhnya. Stimuli yang memicu emosi perlu di bekukan(freeze) agar tidak menimbulkan masalah. Ngomong sih gampang ya, tapi mengendalikan emosi tidak semudah mengerdipkan mata. Tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa.
Ketika ada situasi yang memancing emosi (marah), ‘freeze’ dulu. Tunda reaksi kita. Toh kita bukan ikan yang mudah terpancing…..
Saat itu kita punya waktu untuk mengendalikan situasi dan mengendalikan diri.
Selanjutnya?
Pakai Teori Pipa U yang menggambarkan hubungan emosi dan rasio (logika) dari bejana berhubungan. Teori ini ada di dalam buku Berpikir Tanpa Mikir karya Eka Wartana. (Penduduk Kuwait banyak yang familiar dengan teori pipa U ini. Buku Berpikir Tanpa Mikir telah dicetak di Kuwait dalam Bahasa Arab dan beberapa tahun masuk daftar best seller di Platinum Books)
Teori Pipa U ini jangan sampai icampur adukkan dengan Theory U lainnya karya Otto Scharmer tentang awareness-based systems change. Kedua nya jauh berbeda.
Inti Teori Pipa U
Satu sisi dari bejana berhubungan menggambarkan sisi emosi. Satunya sisi rasio/logika. Ketika satu sisi cairan dalam pipa U itu naik, maka sisi satu nya akan turun. Ketika seseorang sangat marah misalnya, maka sisi emosi nya meningkat. Otomatis sisi rasio nya turun.
Itulah sebabnya, ketika orang sedang marah, akal sehat nya kacau. Pria yang memergoki pacarnya selingkuh, bisa bisa membunuh pacarnya. Itu akibat emosi nya yang memuncak. Risiko tidak terpikirkan olehnya di saat itu. Setelah emosi nya reda (sisi emosi nya menurun dan rasio nya normal kembali) dia baru sadar akan perbuatan nya. Penyesalan tidak berguna!
Jadi, ringkas nya: ketika emosi meningkat, dongkrak sisi rasio nya. Maka emosi nya akan turun.
Sesimpel itu? Iya!
Misalnya, ada seorang yang mengatakan:”Kamu dungu”. Jangan emosi. Tapi lihat sisi rasio nya. “Siapa bilang aku dungu. Kalau dungu, aku gak punya ijazah SMA dong” (bukan menyindir lho!). ”Dia kan cuma niru kata ‘dungu’ nya Rocky Gerung……”
Contoh lain. Jelang pertandingan seorang petenis merasa cemas. Takut kalau kalah. Dia bisa mengoah pikiran nya bahwa seorang juara pun mengalami kecemasan setiap akan bertanding. So what, gitu loh! Lagi pula 85% dari apa yang dicemaskan itu tidak terjadi. Itu menurut study dari Cornell University.
Jadi, Cuma 15% aja kok yang patut dicemaskan. Lagi pula dari yang 15% itu, 80% bisa diatasi dengan baik. Tersisa Cuma 3%. Jadi, no worries lah….. Di sini, sisi rasio nya mampu menurunkan emosi cemas nya.
“Ketika emosi berkuasa, maka saat itu logika binasa” (The MindWeb Way)
Jadi, yang terbaik adalah menjaga keseimbangan emosi dan rasio kita.
Emosi tanpa rasio membuat orang tidak pakai otak nya.
Rasio tanpa emosi membuat orang menjadi robot tidak berperasaan.
Salam Berpikir Tanpa Mikir,
Eka Wartana
Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking
Professional Licensed Trainer, MWS International
Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb
Over 30 years of experience in various managerial positions
Website: www.mindwebway.com
#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #upipetheory #teoripipau #theoryU #ottoscharmer #emosidanrasio







