Hubungan Tersembunyi

Eka Wartana 14/05/2024 1
Hubungan Tersembunyi

Oleh: Eka Wartana

Hal hal yang tersembunyi mengundang orang untuk ingin tahu. Padahal orang menyembunyikan sesuatu supaya tidak diketahui orang lain. Misalnya, koruptor tidak mau orang lain tahu dia menerima ‘suap’. Seorang pria tidak mau pacarnya tahu kalau dia punya pacar lain. Begitulah ‘seni’ nya kehidupan manusia.

Tapi di sisi lain, orang sering tidak sadar atau tidak mau tahu hubungan antara satu hal dan hal lainnya. Padahal hubungan itu penting untuk diketahui. Disatu sisi kepo dengan keadaan orang lain, di sisi lain tidak mau tahu terhadap hal hal yang penting. Itulah relative-contradictive dalam kehidupan.

Kalau dikatakan bahwa rayap itu turut berperan sebagai penyebab banjir, orang akan berkerut dahinya. Memangnya ada hubungannya? Lihatlah kuda kuda dan tiang tiang atap rumah di daerah yang banyak rayapnya seperti di Serpong misalnya. Kebanyakan dari penyangga atap rumah itu sudah pada kropos dimakan rayap. Kayu kayunya perlu diganti. Dan pohon pohon pun ditebang untuk memenuhi kebutuhan kayu itu.

Ada lagi hubungan lain yang tidak jelas terlihat. Misalnya, peran rayap dalam perkembangan industri. Kok bisa? Ya, iyalah. Orang akan memakai baja ringan untuk materi atap rumahnya, pengganti kayu. Industri baja ringan pun berkembang berat si rayap…..   

Yang tidak diketahui orang itu kebanyakan adalah hubungan hubungan tidak langsung atau tersamar. Mempelajari hubungan hubungan ‘tersamar’ ini adalah kunci yang sangat penting dipelajari untuk meningkatkan kompetensi terutama decision making, problem solving dan problem preventing.

Dalam sesi training Berpikir Tanpa Mikir, kebanyakan peserta kesulitan melihat hubungan tersamar seperti itu. Beberapa hubungan yang saya pertanyakan misalnya: hubungan antara ikan hiu dan gado gado (sekilas rasanya, gak ada hubungannya bukan? Tapi ternyata ada), antara jam dan ban (hubungannya terkait lagi dengan meeting, dll),

 Dalam investasi misalnya, lebih baik beli mobil atau rumah? Yang satu nilainya menurun, yang lain meningkat. Yang satu diperlukan sekarang, yang satunya untuk masa depan. Hubungan hubungan yang perlu dipelajari diantaranya: dana untuk uang muka ( untuk cash tentunya lain ya), bunga bank, bbm dan perawatan mobil (belum lagi penggantian ban, biaya perbaikan kalau terjadi kecelakaan), penurunan dan kenaikan nilai asset, merek (mobil) atau lokasi (rumah), kenyamanan (di jalan atau di rumah), dll.

Hubungan (interkoneksi) ini juga penting untuk mencegah problem terjadi. Kenapa terjadi ledakan tabung gas beberapa kali yang membawa korban? Salah satunya karena tidak diperhatikannya hubungan antara beberapa hal. Dalam kasus ini, orang akan otomatis menghidupkan kompor begitu mau memasak. Ketika ada kebocoran gas, maka terjadilah bencana itu. Cara mencegahnya? Begitu ada bau gas, jangan nyalakan kompornya. Selesaikan dulu kebocorannya. Maka problem bisa dicegah. Kuncinya adalah: bau.    

Dalam organisasi juga serupa. Saya pernah mengalami masalah ketika pihak Bea Cukai mau menerapkan bea masuk 10% untuk kerangka bawah tractor (rantai, track link). Bea Cukai benar karena definisinya: rantai,yang fungsinya meneruskan gerakan/putaran.

Maka, dalam meeting dengan team Bea Cukai saya jelaskan hubungan antara fungsi rantai yang tidak hanya meneruskan daya/putaran, tapi juga berfungsi menahan beban tractor keseluruhan, sekaligus untuk mendorong material dengan blade bulldozer. Akhirnya, team BC yang cerdas itu menangkap maknanya. Dan bea masuknya turun menjadi 0%. Dengan interkoneksi ini, banyak biaya yang bisa dihemat perusahaan dari bea masuk.  Selain itu, mengurangi harga jual dari track link alat berat untuk bisa lebih kompetitif.

Sangat banyak manfaat dari cara menghubungkan berbagai hal, baik dalam organisasi, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Competitive advantage bisa diperoleh dengan melihat hidden connection. Biarkan competitors hanya melihat hubungan hubungan yang terlihat nyata. Dan kita melihat hubungan hubungan yang tersembunyi.

Maka kemenangan akan berpihak kepada kita…..  

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking

Professional Licensed Trainer, MWS International

Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb

Over 30 years experience in various managerial positions

Website:www.mindwebway.com

#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #hubungantersembunyi

One Comment »

  1. Ben Sukma 15/05/2024 at 6:46 am - Reply

    Sangat bagus sekali bisa see un thr seen
    Klu ada training bisa dikirim kabar

Leave A Response »