Boss Salah, Boleh Dibantah

Eka Wartana 10/08/2023 0
Boss Salah, Boleh Dibantah

Oleh: Eka Wartana

Memangnya berani ya, membantah boss? Ada risikonya lho!

Banyak orang berasumsi bahwa dengan membantah boss nasibnya akan buruk. Ternyata tidak selalu begitu.

Tapi seperti halnya dalam marketing, selalu ada S&K nya: Syarat dan Ketentuan berlaku!

Apa S&K nya?

Sebaiknya pertimbangkan beberapa hal:

  • Caranya. Tetap menjaga kesopanan.
  • Tipe si boss. Mengenal tipe boss mempermudah penyampaian pendapat kita.
  • Argumentasinya. Perlu jelas dan kuat. Asal asalan membantah, mudah dipatahkan.
  • Timing-nya. Reaksi boss dipengaruhi oleh kondisi dan situasinya. Dalam keadaan mood yang kurang bagus, reaksinya bisa negative. Ketika dia sibuk, tunda dulu rencana kita, kecuali untuk hal hal yang mendesak sekali. Ketika dia emosional, tunggu reda dulu emosinya. (supaya logikanya jalan)
  • Topiknya. Penting atau tidak. Kalau kurang penting, lupakan saja.

Daripada mengambil risiko, apa gak lebih baik dibiarkan saja? Hati hati karena bisa berdampak ke karyawan, Perusahaan, customers atau bagi si boss sendiri. Kalau mengenai si boss, ngapain kita urusin? Tetap perlu karena keadaan itu bisa memengaruhi yang lainnya: karyawan, Perusahaan, customers. Seorang professional akan melihat sesuatunya secara holistic (luas, menyeluruh), tidak partial ataupun personal.

Yang perlu dihindarkan, jangan membantah boss di depan banyak orang. Cara itu akan mempermalukannya. Dia akan defensive dan semua yang kita katakan cenderung mendapat response negative. Bagaimanapun baiknya seorang boss, dia tetap memiliki perasaan. Saya pernah mengalami hal buruk akibat dari membantah boss di dalam meeting. Gaji saya dibekukan 2 thn!

Lebih baik membantah atau memberikan argumentasi secara personal, empat mata. Hal ini juga pernah saya lakukan (belajar dari pengalaman pahit sebelumnya) dan hasilnya positive, hampir semua pendapat saya diterimanya.

Tidak ada demokrasi dong? Kalau dalam politik orang memakai demokrasi, dalam organisasi kiranya lebih baik memakai diplomasi. Kalau dalam demokrasi orang sering memakai cara demonstrasi, dalam diplomasi lebih baik memakai cara persuasi. Dalam demonstrasi orang memakai caara ‘forcing’ (memaksa), dalam persuasi orang memakai ‘convincing’(meyakinkan)

Jadi teringat rumus sakti si boss:

  1. Boss tidak pernah salah (gak boleh nyalahin boss lho!)
  2. Kalau boss salah, pakai rumus nomor 1! (maunya menang terus si boss….?)

Jadi, kalau boss salah, dibantah aja? Yes, but….. (dengan cara yang benar).

Pakai rumus sakti nomor 3:

  • Kalau boss salah, jangan dipersalahkan tapi disadarkan…..(bahwa dia memang salah….?).

Salam Problem-Preventing, Eka Wartana

Author:

Relative-Contradictive dalam Profesi, (pesan buku via WA ke: 081281811999)

Berpikir Tanpa Mikir – Terobosan Cara Berpikir,

To Think Without Thinking – A Thinking Breakthrough,

MindWeb-A New Way of Thinking.

Founder and Master Trainer:

The MindWeb Way of Thinking

Problem-Preventing, The Advanced Competency – The MindWeb Way

#relativecontradictive #problempreventing #tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #karyaanakbangsa #aslikaryaindonesia #mindweb #whatif #problempreventing #argumentasi #bantahboss

Leave A Response »