Boss Perfeksionis

Eka Wartana 25/10/2022 0
Boss Perfeksionis

Oleh: Eka Wartana

Boss menjadi objek gossip itu sudah biasa. Boss yang baik aja digossip-in, apalagi kalau si boss itu yang tergolong perfeksionis.  

Ada dua sudut pandang nih dalam hal ini. Anda sebagai boss yang perfeksionis atau sebagai bawahannya?

Boss perfeksionis maunya:

  • Tidak boleh ada kesalahan
  • Tidak boleh ada keterlambatan (semuanya harus on-time)
  • Tidak mau mendengar alasan.
  • Harus bisa mandiri, jangan tergantung dari orang lain.
  • Tidak suka mendengar penolakan (apapun alasannya)

Melihat kemauan boss yang seperti itu, kebanyakan bawahannya akan stress. Setiap saat ada saja kesalahan yang terlihat oleh boss perfeksionis.

Boss perfeksionis maunya semuanya dijalankan dengan benar dan sempurna. Ini agak kontradiktif ya, karena dia fokus bukan pada kesempurnaan tapi malah fokus pada hal hal yang tidak sempurna (kesalahan dari bawahannya)

Namanya juga manusia, tidak ada yang sempurna. Karenanya diperlukan adanya toleransi dari atasannya. Tapi di sisi lain, jangan sampai membuat kesalahan yang berulang terus.

Pembelajaran:

Terlepas dari situasi stress yang dialami, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh oleh karyawan dari atasannya yang perfeksionis.

Beberapa diantaranya:

  • Karyawan akan selalu berusaha untuk mencapai hasil yang lebih baik dan lebih baik dalam waktu yang lebih singkat.
  • Melatih mental untuk meningkatkan AQ (Adversity Quotient), ketangguhan mengatasi tekanan dari atasannya, dari keterbatasan waktu dll.
  • Melatih kesabaran dan kecerdasan emosional. (EQ: Emotional Quotient)
  • Melatih peningkatan akurasi pekerjaan.

Dalam setiap kesulitan selalu ada secercah harapan.

Sebenarnya, ada kesamaan antara boss yang perfeksionis dan bawahannya. Apa itu? Mereka sama sama stress! Bawahan stress karena dipersalahkan terus. Boss juga stress karena bawahannya salah terus….. Keduanya sama sama mengeluh. Kompak ya….!

Karena sama sama stress, dan karyawan memperoleh manfaat seperti di atas, masih perlukah mengeluh?

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Founder, Master Trainer: The MindWeb Way of Thinking.

Author: To Think Without Thinking (in English), Berpikir Tanpa Mikir, MindWeb (Indonesia & English Edition), Relative-Contradictive dalam Profesi, Relative-Contradictive dalam Kehidupan.

Professional Licensed Trainer (MWS International)

Over 33 years of experience in various managerial positions in well-known companies.

#tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #mindwebway #mindweb #karyaanakbangsa #karyaorisinal #ekawartana #relativecontradictive #perfeksionis #sempurna #stress

Leave A Response »