Jebakan Fasilitas

Eka Wartana 13/06/2022 0
Jebakan Fasilitas

Oleh: Eka Wartana

Siapa sih yang gak suka fasilitas? Hampir semua orang suka tentunya.

Tapi, seberapa banyak sih dari mereka yang sadar akan adanya “jebakan” (trap) yang tersembunyi di balik fasilitas itu?  

Ketika masih bekerja dulu, saya dan semua kepala cabang memperoleh fasilitas yang bagus: rumah (full furnished), listrik dan air dibayar perusahaan, fasilitas pengobatan (termasuk rawat jalan, opname, istri melahirkan). Lalu, apa jebakannya?

Saking asyiknya hidup dengan fasilitas, banyak yang lupa mempersiapkan masa depannya. Tidak sadar bahwa semua fasilitas itu bisa dan akan berakhir. Kebiasaan hidup mudah berlanjut. Belakangan baru sadar bahwa dia belum punya rumah sendiri.

Ketika travel ke cabang lain atau ke kantor pusat, makan dibayar perusahaan, at cost. Boleh makan di restoran, di hotel dan tidak dibatasi nilainya (asal untuk sendiri). Lalu,  apa jebakannya? Ada beberapa…..diantaranya:

  • Makan berlebihan. Hanya memikirkan enaknya dan gratisnya. Tidak memikirkan kesehatan dirinya. Lemak, daging, jeroan disikat semua….. Akibatnya? Berat badan melonjak plus berbagai penyakit yang menyertainya (cepat atau lambat. terutama setelah usia mulai menua). Hipertensi, jantung, diabetes, dan lainnya jadi betah bermukim di dalam tubuh kita. Jebakan nafsu!
  • Keluarga nebeng makan gratis. Ada yang tergoda untuk memanfaatkan fasilitas ini. Tanpa fasilitas ini tidak akan ada godaan! Ada ‘aji mumpung’. Supaya tersamar, dipakailah ‘jatah’ entertainment, makan bersama customer…… Padahal makan bersama keluarga…. Jebakan manipulasi!
  • Biaya pengobatan. Inipun ada jebakannya. Ada yang memasukkan susu dan vitamin, obat obat lainnya yang tidak terkait dengan sakitnya ke dalam kuitansi pembelian obat di apotik. Jebakan korupsi dan manipulasi!

BPJS….? Banyak juga orang yang memakai aji mumpung. Sakit sedikit minta rawat inap, padahal rawat jalan saja sudah cukup. Maka dapatlah dia makan dan tidur gratis (pakai AC pula). Tambahan lagi: Ada alasan tidak masuk kerja….

Bagaimana dengan pejabat negara? Sama saja. Kebiasaan memperoleh fasilitas istimewa membuat mereka terlupa dan terbiasa hidup enak dan mudah. Susahkah hidupnya setelah masa jabatannya berakhir? Belum tentu! “Penghasilan”nya yang disimpan bisa jadi masih banyak. Pejabat yang bersikap wajar (jujur) selama menjabat, bisa jadi hidupnya tidak akan kesulitan, walaupun mungkin tidak berlebihan……

Pembelajaran:

Liverpool sering menerapkan jebakan offside untuk menjebak lawannya. Lawannya perlu waspada. Nah, kita jjuga perlu waspada terhadap jebakan dalam hidup yang bisa memengaruhi kualitas hidu kita. Ada beberapa hal yang kiranya perlu kita perhatikan.

  1. Rem. Kalau mobil punya rem penyelamat, kehidupan juga sangat memerlukan adanya ‘rem diri’. Kendalikan perilaku, jangan terlarut dan membiarkan keadaan (fasilitas) mengendalikan diri kita.
  2. Bersyukur. Syukurilah fasilitas yang diperoleh. Jangan serakah.
  3. Sadar diri.  Sadarlah bahwa semua fasilitas akan berakhir pada waktunya. Persiapkan diri untuk menghadapi masa depan, tanpa fasilitas. Hemat dan menabunglah. Carilah alternatif income untuk bekal masa depan.

Sebaiknya setiap orang mengendalikan diri, mengendalikan nafsu dan memikirkan perubahan yang akan dihadapi di masa depan.

Semakin sombong seseorang ketika berkuasa, akan semakin terpukul dia saat kehilangan kekuasaannya” (The MindWeb Way)

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Founder, Master Trainer: The MindWeb Way of Thinking.

Author: To Think Without Thinking (in English), Berpikir Tanpa Mikir, MindWeb (Indonesia & English Edition).

Professional Licensed Trainer (MWS International)

Over 33 years of experience in various managerial positions in well-known companies.

#tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #mindwebway #mindweb #karyaanakbangsa #karyaorisinal  #ekawartana #relativecontradictive #problempreventing #fasilitas #manipulasi #jebakan

Leave A Response »