Delegasi itu Investasi

admin 07/05/2021 0
Delegasi itu Investasi

Oleh: Eka Wartana

Delegasi adalah salah satu “tool” management. Tapi kenapa banyak atasan yang tidak melakukan delegasi?

  • Tidak percaya kemampuan bawahan
  • Bawahan tidak mampu.
  • Merasa mampu untuk melakukan semuanya sendiri.
  • Kuatir bawahan menjadi pintar, bisa menggusur dirinya
  • Keinginan terlihat selalu sibuk (dia mengutamakan aktifitas daripada produktifitas)
  • Ingin terlihat hanya dia yang mampu.

Mendelegasikan pekerjaan memang melibatkan banyak hal seperti: makan waktu dan energi untuk membimbing, risiko karena bawahan ‘baru belajar’, pekerjaan lebih lama (sementara waktu). Yang sering terabaikan orang: atasan juga mengembangkan dirinya (mentoring, training, coaching) dan satu lagi: perbuatan amal yang berujung pahala (mengenai pahala serahkan saja pada Tuhan, bukan dijadikan alat bertransaksi)

Waktu dan energi yang atasan berikan akan kembali menjadi manfaat setelah bawahan berkembang. Atasan akan sangat menghemat waktu dan energi karena pekerjaannya dilakukan dengan baik oleh bawahannya. Inilah ROI-nya (Return on Investment) dari development. Belum lagi bonus lainnya: peningkatan efisiensi dan ekfektivitas kerja, prestasi kerja dan kepuasan diri.

Atasan yang “mediocre” akan menilai karyawan dari kesibukannya, bukan dari produktivitasnya. Ada salah penilaian antara “proses” dan “hasil”. Karena banyak pendapat yang mengatakan “proses tidak menghianati hasil”, dia hanya peduli akan proses dan mengabaikan hasil. Dia lupa dengan nilai dari proses itu sendiri. Proses yang tidak mengkhianati hasil adalah proses yang bermutu, bukan yang asal ada aktivitas. Delegasi sendiri adalah proses yang bernilai tinggi!

Apa dampak negative dari sikap atasan tanpa delegasi?

  • Atasan terjebak rutinitas. Produktifitas terbatas.
  • Bawahan tidak berkembang, hasil kerja team stagnan
  • Si atasan sendiri tidak berkembang
  • Efisien kerja rendah, efektivitas menurun.
  • Perusahaan tidak berkembang

Melaksanakan delegasi itu ibaratkan memberi pupuk untuk pohon. Atasan akan menuai hasilnya selama bawahan bekerja untuknya, si bawahan menuai hasil selamanya. Situasinya WIN-WIN

Delegasi itu ibaratkan memberi modal kepada usaha kecil. Selain modal juga diberikan bimbingan dalam menjalankan usahanya. Modalnya kembali, usahanya berkembang.

Atasan perlu berhati hati dalam pengertian delegasi. Banyak atasan yang suka memberi perintah, tapi bukan delegasi. Ada juga yang memberikan tugas kepada bawahannya tapi tanpa arahan dan bimbingan. Itu sih bukan delegasi (delegation) tapi abdikasi (abdication).

Dengan cara abdikasi seperti itu, bukan hanya tujuan tidak tercapai tapi juga menimbulkan masalah baru. Kesalahan yang tidak diluruskan, bisa menyebabkan bukan hanya kesalahan berulang tapi juga penyimpangan yang melebar.

Dengan delegasi yang baik, si atasan akan memiliki waktu untuk memikirkan hal hal yang strategis, jauh dari jebakan rutinitas.  

Salam Relative-Contradictive,

Eka Wartana

Founder Master Trainer The MindWeb Way of Thinking

Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb

Website: www.mindwebway.com

IG: eka.wartana, FB: eka.wartana.5

#delegasi #abdikasi #jebakanrutinitas #relativecontradictive #mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #investasi

Leave A Response »