Ingin Hamil? (Bag. 1)

admin 05/09/2017 2
Ingin Hamil? (Bag. 1)

Ingin Hamil?

Oleh: Eka Wartana

Buku Ingin Hamil ini saya terbitkan 5 tahun lalu dan dijual di toko toko buku dimana saya memperoleh royalti.

Sekarang saya akan bagikan isi buku ini dengan gratis untuk teman teman, terutama yang belum memiliki anak. Hal ini terdorong oleh perasaan ingin memberikan jalan keluar buat teman teman yang merindukan momongan.

Artikel ini saya bagi menjadi beberapa bagian:

Bagian 1:

  1. Pendahuluan
  2. Kontradiksi
  3. Anak Yang Didambakan
  4. Kecemasan Istri

Bagian 2:

  1. Anak Sebagai Penerus Keturunan Dan Pewaris Harta.
  2. Anak – Penjamin Untuk Hari Tua
  3. Siapa Yang Mandul?
  4. Kenapa Istri Tidak Hamil?

Bagian 3:

  1. Kekuatan Doa
  2. Kekuatan Visualisasi
  3. Kisah Penemuan Cara Sederhana Mendapatkan Anak
  4. Teknik Pembuahan Yang Berhasil

Bagian 4:

  1. Kalau Belum Berhasil…..
  2. Pengaruh Kondisi Fisik
  3. Mitos Anak Angkat
  4. Setelah Istri Berhasil Hamil

Bagian 5:

  1. Setelah Anak Lahir
  2. Bersyukur
  3. Konsultasi
  4. Rangkuman

Semoga tulisan ini membuahkan hasil bagi teman teman untuk memperoleh keturunan. Kalau sudah banyak teman sekantor saya yang berhasil mendapatkan buah hati, semoga teman teman juga berhasil.

Yuk kita mulai dengan Bagian Pertama

Bagian 1

Pendahuluan

Kelaparan terjadi dimana mana diseluruh dunia. Dan yang menderita adalah penduduk miskin. Lebih celakanya lagi, justru penduduk miskin banyak yang memiliki banyak anak sehingga keadaannya menjadi semakin parah. Pernikahan dini, pengangguran, tiadanya penerangan yang cukup, mendorong jumlah anak yang lebih banyak. Produktifitas untuk membuat anak jauh lebih tinggi daripada untuk mendapatkan penghasilan yang cukup.

Keseimbangan hidup menjadi semakin timpang dimana banyak pihak yang mampu untuk mencapai kehidupan yang baik tapi justru tidak mampu ‘memproduksi’ anak. Dicarilah berbagai cara untuk mempunyai momongan, baik dengan cara adopsi, bayi tabung, ada pula yang ‘terpaksa’ mencari istri lagi. Dalam hal ini, istri seringkali berada didalam posisi yang lemah dan cenderung dijadikan sebagai penyebab kegagalan untuk mendapatkan anak.

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman sendiri dari penulis dan ditulis dengan cara yang sangat sederhana agar mudah dimengerti. Buku ini jauh dari metoda ilmiah yang rumit. Penulis terdorong untuk membagi pengalaman ini kepada pasangan yang belum berhasil mempunyai anak, mengingat bahwa kehadiran anak begitu didambakan oleh setiap pasangan. Sejak tahun 1983, setelah berhasil mengatasi kebuntuan untuk menghamili istri, pengetahuan dan pengalaman ini penulis bagikan kepada teman teman sekantor dan diluar kantor.

Hasilnya sungguh tidak diduga karena tingkat keberhasilannya sangat tinggi. Dari belasan teman teman, sekitar 85% berhasil mendapatkan anak. Sebagian malah sudah hampir putus asa, karena usia pernikahannya sudah beberapa tahun dan masih gagal.

Dari pengalaman tersebut, bisa disimpulkan bahwa sangat banyak pasangan yang sebetulnya bisa mendapatkan anak dengan cara yang sangat sederhana.

Penyebab kegagalannya hanya satu: tidak tahu caranya. Buku ini akan membeberkan bagaimana cara yang sederhana dan ringkas untuk mendapatkan anak.

Kontradiksi

“Mas…..aku hamil….!!”, kata sigadis kepada pacarnya. Sang pacar kaget bukan main, dan memikirkan tanggung jawabnya nanti…..

Banyak kasus ‘kecelakaan’ yang terjadi pada kaum remaja. Akibat pergaulan bebas, kehamilan diluar nikah seringkali terjadi, tanpa dikehendaki.

Merekapun berusaha mencari dokter, bidan, dukun, yang bisa menggugurkan kandungannya. Tapi banyak para wanita yang mempertahankan kehamilannya dan menjadikan ‘masalah’ itu sebagai senjata untuk memaksa si pria untuk menikahinya. Bahkan ada juga yang dengan sengaja ‘mengundang’, dan merayu si pria supaya mau melakukan perbuatan layaknya suamiistri……..supaya bisa menjebak sidia untuk menjadi suaminya.

 

Tak sedikit pula pria yang karena belum berpenghasilan, berpikir keras, bagaimana caranya untuk mengelak dari tanggung jawab yang berat dari rasa nikmat sesaat. Banyak yang melarikan diri begitu saja, begitu tahu pacarnya berbadan dua.

Terkadang pikiran kotorpun timbul akibat desakan nikah dari pacar yang sudah terlanjur hamil. Banyak yang akhirnya dengan tega dibunuh, demi menghindari tanggung jawab. Dia berani berbuat tapi takut bertanggung jawab.

Saat asyik masyuk berpacaran, terlupakanlah semua nasihat orang tua:” Nak, jangan pernah lupa untuk menjaga kesucianmu, sampai saat menikah nanti”. Memang benar kata orang bahwa cinta itu buta…, tapi bukan cuma buta, tapi juga tuli- gak mau dengarkan nasihat orang tua, dan pikun- suka lupa diri….

Dipihak lain, pasangan suami istri yang sudah menikah (tentu saja iya menikah, namanya juga suami istri…), tidak berhasil untuk mendapatkan anak. Merekapun berusaha untuk mencari dokter, bahkan dukun, atau siapa saja, yang bisa membuat istrinya hamil, tentunya oleh suaminya sendiri…… bukan oleh si dokter atau dukun….

Ada yang sudah menikah beberapa tahun dan sudah mencoba berbagai obat obatan, teori teori bersanggama, sampai mantra mantra dari ‘orang pintar’. Tapi toh belum berhasil mendapatkan keturunan. Suatu kontradiksi, bukan..?

Populasi dunia semakin lama semakin banyak. Negara negara berkembang berjuang untuk membatasi pertambahan jumlah penduduk. Program keluarga berencana digalakkan disana sini. Perusahaanpun membatasi fasilitas biaya pengobatan dan melahirkan hanya sampai anak ke sekian. Demikian juga pembatasan jumlah anak oleh negara, seperti di RRC.Penerangan listrik perumahanpun dicanangkan, karena kegelapan akan mengundang orang tua untuk terus ‘berproduksi’.

Berbeda dengan Negara berkembang, beberapa negara negara maju seperti Singapore, Jepang justru  menghadapi problema kekurangan penduduk. Mereka sangat menguatirkan masa depan negara mereka sekiranya suatu saat negaranya hanya terdiri dari para orang tua. Insentif pun diberikan kepada pasangan nikah yang mempunyai anak.  Suatu kontradiksi yang lain…….

Anak Yang Didambakan.

Banyak sekali keluarga yang mempunyai banyak anak, ada yang punya 1-3 anak, ada pula yang mempunyai belasan anak. Ada yang dari seorang istri, ada pula yang dari beberapa istri.  Negara negara didunia kuatir akan tidak cukupnya pasokan pangan untuk seluruh penduduk dunia sebagai akibat dari pertambahan jumlah penduduk dunia. Bisa jadi nantinya manusia akan cenderung lebih kurus…?

Dibalik itu semua, rupanya tidak kurang banyaknya keluarga yang tidak/ belum berhasil mendapatkan keturunan alias anak. Sementara sebagian remaja dan anak muda yang kebobolan hamil saat pacaran, begitu banyak pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak.

Sementara banyak orang yang memakai berbagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, begitu banyaknya pasangan yang mendambakan datangnya sang anak yang tak kunjung datang.

Dari sisi lain sekian banyaknya anak yang tidak tahu siapa ayahnya. Tak kalah banyaknya orangtua yang tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan anak.

Kita semua tahu bahwa salah satu pengikat perkawinan yang sangat ampuh adalah anak. Begitu banyaknya perceraian yang bisa dihindarkan karena sang istri dan suami sedih memikirkan nasib anaknya nanti, kalau mereka berpisah.  Dari gossip para artis, kita lihat bagaimana anak menjadi rebutan saat mereka berencana untuk bercerai.

Kehadiran anak begitu didambakan oleh para orang tua.

Bersambung…….

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Penulis Buku Berpikir Tanpa Mikir ala MindWeb

Founder The MindWeb Way of Thinking

Professional Licensed Trainer (MWS International), 33 thn pengalaman dibidang managerial.

mindwebway.com

 

2 Comments »

  1. Taufan 05/09/2017 at 11:50 pm - Reply

    Kereeen my Suhu…..di tunggu episode berikutnya…..sy membutuhkan banyak info2 spt ini….karena banyak hal yg sdang saya lakukan untuk membantu temen2 yg sedang bermasalah dg momongan..

    • admin 07/09/2017 at 5:00 pm - Reply

      Hallo Pak Taufan,
      Barusan saya muat Bagian ke 2 nya.
      Terimakasih untuk response yang positive dari Pak Taufan.
      Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Leave A Response »