NOMOR 1

admin 23/05/2016 0
NOMOR 1

Nomor 1

Oleh: Eka Wartana

Banyak orang yang merindukan menjadi orang nomor 1, baik untuk jabatan, posisi di pemerintahan, dalam politik, maupun di kejuaraan. Segala cara dilakukan untuk menjadi nomor 1. Bahkan korupsipun dihalalkannya. Tak mau kalah, kecap pun ikut meng-klaim dirinya sebagai nomor 1. Ada lagi bidang lain yang membuat orang terpacu atau mengaku untuk menjadi orang nomor 1: motivator, trainer.

Nomor 1 tidak selalu bagus lho. Menjadi orang nomor 1 seringkali tunduk kepada orang lain, yang bukan nomor 1. Siapa mereka? Para istri atau suami. Menjadi nomor 1 bisa jadi kurang bagus. Terutama kalau dihubungkan dengan tulisan saya terdahulu tentang Poli. Jadi istri nomor 1 seringkali harus makan hati. Suami lebih memperhatikan dan menyayangi istri nomor 2 karena lebih muda dan seksi. Disini terjadi anomaly: istri nomor 1 di-nomor 2 kan…… Istri nomor 2 jangan puas dulu. Pamornya akan meredup begitu muncul istri nomor 3, dan seterusnya. Itu untuk kasus poligami.

Bagaimana dengan monogamy? Sedikit berbeda. Istri nomor 1 akan kalah dari nomor 1 yang lain: selingkuhan nomor 1. Hidup jadi ribet banget ya, kalau jalan kesetiaan sudah macet……!

Nah, konsep berpikir interkoneksi memberi satu solusi, nih. Kenapa harus jadi istri nomor 1? Daripada menjadi istri nomor 1, kenapa gak menjadi istri satu satunya saja? Bagaimana caranya….? Hal ini tidak kita bahas disini ya, toh sudah banyak tulisan yang meliput tentang hal ini….

Gak kalah serunya, tentang nomor 1 ini dalam bidang training dan motivasi. Banyak yang mengaku dirinya sebagai trainer nomor 1, motivator nomor 1 di Indonesia. Menurut saya sih, gak ada salahnya dengan pengakuan seperti itu. Itu adalah salah satu cara branding yang dilakukan oleh para trainer, motivator. Mereka memang layak untuk titel itu. Kalau semuanya nomor 1, siapa yang nomor nomor berikutnya? Delapan adalah angka bagus. Kok gak ada orang yang memilih sebagai trainer/ motivator nomor 8, ya?

Saya sendiri merasa tidak layak untuk mengaku sebagai trainer nomor 1 ataupun motivator nomor 1. Masih begitu banyak trainer dan motivator hebat dengan kemampuan jauh diatas saya dan mereka pantas disebut sebagai yang nomor 1 di Indonesia.

Siapa saya…..? Saya hanyalah satu satunya trainer, inspirator The MindWeb Way of Thinking di dunia.

Nah, apakah ini satu bentuk sikap rendah hati ataukah sombong……? Ataukah sikap rendah hati yang sombong….. ha ha ha. Ataukah ini adalah hanyalah pernyataan akan kenyataan…..?

Yang jelas, ini bukan dimaksudkan untuk menyombongkan diri tapi hanya memberitahu fakta saja.

Keunikan mampu menjadikan kita sebagai orang satu satunya, walau bukan nomor 1” (MindWeb Way)

Artikel terkait: Poli

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Penemu Metode MindWeb, Penulis Buku MindWeb dan Berpikir Tanpa Mikir ala MindWeb. 

Leave A Response »