Selling With EQ

admin 15/10/2014 0

“BECOMING A MASTER PERSUASION”

Smart Emotion Radiotalk, 15 Oct ’14 (Bp Anthony Dio Martin)

 Anda setiap saat dibujuk!!! Setelah melihat sebuah iklan, tiba-tiba ada dorongan yang begitu kuat untuk membeli suatu barang yang diiklankan. Bahkan, ketika Anda pergi ke toko untuk membeli sesuatu, tanpa sadar suatu merk tertentu langsung muncul di kepala Anda.

Tatkala setelah membaca sebuah buku yang emosional isinya, Anda jadi ikut-ikutan emosional. Setelah mengikuti sebuah kelas motivasi, semangat Anda jadi menggebu-gebu. Pikiran Anda yang sudah bulat, tiba-tiba berubah setelah dikasih beberapa fakta tambahan.

Begitulah contoh berbagai bentuk persuasi di jaman sekarang. Ya, inilah era dimana entah kita membujuk ataupun justru kitalah yang dibujuk untuk sesuatu. Yang jelas, hal ini bisa memberikan pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatif. Contoh Hitler yang berhasil membujuk orang Jerman untuk melakukan tindakan kejahatan perang. Karena itulah dalam radiotalk kali ini, Bp.Anthony Dio Martin akan men-sharingkan berbagai teknik persuasi tehadap orang lain.

Tiap hari kita bukan lagi hanya dipersuasi tapi dimanipulasi! Kalau kita tahu bedanya, kita akan lebih bijaksana!

Kalau kita tidak mempersuasi, berarti kita dipersuasi!

Nah, siapa yang persuasi kamu setiap hari? (Iklan, film, berita Koran, majalah, ataukah smartfm….motivasi juga sebuah persuasi lho)

 Beda PERSUASI dengan MANIPULASI?

(1) Niat awal: biasanya Persuasi memiliki Niat yang baik, mau menolong orang. Manipulasi hanya memiliki tujuan tertentu. “Asalkan laku terjual

(2) Kebenaran yg diungkapkan: Manipulasi biasanya akan banyak bohongnya. Sesuatu yang tidak benar akan dibuat benar. Hal yang diungkapkan adalah sesuatu yang keliru, sehingga orang akan salah persepsi. Persuasi – menyatakan informasi yang benar, apa manfaat yang benar.

(3) Manfaat bagi yang dibujuk

Kisah Inspiratif:

Di tahun 1930, di Inggris ada dua penjahit bersaudara. Namanya Sid dan Harry. Si Sid ini pura-pura menempelkan alat bantu dengar di telinganya. Kalau ada pelanggan datang mencoba, Maka, setelah pas, si pelanggan akan bertanya, berapa harga kemejanya? Yang terjadi adalah si Sid akan mengangkat jas itu tinggi-tinggi dan bertanya, “Herr…Herry..jasnya berapa?” Maka si Herry akan menjawab, “Lima puluh pound!”. Lalu, dengan pura-pura budeg, si Sid akan bilang, “Tiga puluh pound. Maka dia akan bergumam kepada pelanggannya: Tiga puluh pound”.

Apa yang terjadi, semua pelanggan cepat2 bungkus karena tidak ingin si Sid menyadari kekeliruannya! Padahal harga Kemeja itu Tiga Puluh Pound!

Penelepon

Pak Neddy

Ini bukan hanya soal persuasif, tapi saya berhasil mendekati 1 orang, yang saya lakukan adalah dengan menatap mata orang itu. Dengan menatap mata orang itu secara mendalam (bukan Hipnotis yah…) orang itu jadi terbuka dan mau bercerita kepada saya.

Memang betul dengan tatapan mata kita bisa mempengaruhi orang, tapi harus berhati hati karena dari tatapan mata kita bisa menilai apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Ada sebuah eksperimen mengenai Tatapan Mata. Ada tatapan mata Maskulin (tatapan menantang/tajam) dan Feminim. Menurut penelitian tersebut, Tatapan Mata Feminim lebih bisa memberikan efek persuasif dibandingkan tatapan mata maskulin.

Cara-cara yang secara umum dipakai untuk membujuk!

  1. Orang cenderung suka pada orang yang punya kesamaan dengan dirinya!

 

  • Makanya, mengapa para penjual belajar bahasa daerah!
  • Kalau bicara dengan anak kecil, jongkok dan menyamakan ukuran tubuh kita!

2. Orang suka dibujuk secara tidak langsung: kisah dan cerita itu membujuk!

 

  • Dari pada menyuruh anak makan sayur, mulailah cerita tentang anak yang korengan dan mati gara-gara tidak suka makan sayur!
  • Para penjual kemudian membuat testimonial dan kesaksian tentang orang yang telah memakainya

3. Pertanyaan yang baik, bisa lebih membujuk daripada statement!

 

  • Hasil penelitian Neil Rachkam, seorang psikolog yang meneliti para penjual!
  • Pengalaman membeli produk ular pada seorang ibu-ibu penjual di Thailand!
  • “Setuju nggak kalau kita pikir training itu mahal, tapi coba pikirkan betapa lebih mahal lagi ongkos yang akan kita keluarkan karena karyawan kita bodoh dan tidak tahu cara melakukan pekerjaannya?”

4. Ada kalimat tertentu yang punya efek seperti hipnotis!

 

  • “Gratis”, “Diskon”, “Jual Rugi”, “Beli dari pembelinya, tidak ada komisi perantara”, “Cuci Gudang”, “Obral Abizzz”, “Bazaar Murah”

5. Dalam kondisi bingung, orang akan ikut begitu saja dengan apa yang umumnya lakukan!

 

  • Kalimat “Semua orang memakainya, mengapa Anda tidak?”
  • Metodologi survey, belakangan ini lagi marak!

5. Dalam kondisi emosional yang tinggi, orang lebih gampang untuk dibujuk!

 

  • Telpon anak ditabrak dan ada di RS saat ini, harus segera transfer uang!
  • Ketawa-ketawa dan termotivasi, diminta untuk membeli!
  • Menjual, “Kalau tidak beli sekarang, besok diskonnya naik!”

Bagaimana caranya Anti Persuasi?

 

  1. Hati-hati sama yang SKSD dengan kita!

 

  • Berusaha untuk memutuskan rantai kesamaan itu, missal “Bapak dulu kuliah di UGM Yogya, sama dong saya juga dulu kuliah di Yogya!”
  • Putus rantai kesamaan itu: “Tapi saya nggak terlalu nyaman, krn di Yogya saya punya beberapa kenangan buruk”

2. Cubit pikiran kita sendiri!

 

  • Ingat, pikiran kita gampang terpicu sama kalimat-kalimat seperti “Diskon”, “Murah”
  • Kalau perlu cek lebih jauh, “Murah dibandingkan apa?”, “Kualitasnya gimana?”, “Jangan-jangan dinaikkan harganya dulu, baru diskon!”

3. Tenangkan emosi sebelum ambil keputusan!

 

  • Jeda 6 detik!
  • Gunakan pikiran untuk me-lead emosi kita, “Apa benar?”, “Faktanya darimana?”, “Bisa nggak dipercaya sumbernya?”

INFORMASI PENTING!

Ingat!! TOP SALESMAN harus punya rasa percaya diri yang tinggi dengan diri, perusahaan dan produknya.

Tetapi, hal ini perlu dan bisa dilatih! Investasikanlah kemampuan menjual mereka dalam PROGRAM

“SELLING WITH EQ”

Jadikan mereka salesman tangguh yang cerdas emosi, penuh percaya diri, pandai menjalin relasi, serta antusias mewujudkan targetnya!

Ikuti “Selling with EQ” 27-28 Oktober 2014 bersama The Best EQ Trainer Indonesia,

Call sekarang juga untuk harga early bird: (021) 3518505

Best regards,

 Stephanie Natalia

 

Leave A Response »