Belajar dari Burung Elang

admin 30/01/2014 0

Suatu hari, sewaktu liburan saya berkunjung ke Bukittinggi, tempat mertua saya. Setiap pagi saya menikmati hamparan sawah yang menghijau. Kicauan burung yang terbang kesana kemari, terdengar begitu merdu. Suatu suasana yang langka untuk ditemui di Jakarta.

 

Pernah ada artikel yang membahas bagaimana uletnya burung membangun sarangnya. Burung mengumpulkan serat dan ranting satu persatu, untuk membuat sarangnya di pohon. Seringkali angin dan binatang lain menghancurkan sarang yang sedang dibangunnya. Burung itu tetap saja membangun kembali, sambil berkicau. Apakah burung tidak pernah lelah….apakah burung tidak pernah bersedih…? Bagaimana dengan manusia yang dikenal sebagai mahluk Tuhan yang paling mulia (bukan mahluk Tuhan yang paling seksi…..;-)). Sekali gagal langsung menyerah…?

 

Kemudian terlintas dalam pikiran saya tentang burung elang yang terkenal dengan ketajaman matanya. Dari langit nun jauh disana, elang bisa melihat mangsanya yang kecildidarat. Kenapa kita tidak belajar dari si elang? Tentang apa…?

 

Kita bisa belajar beberapa hal dari ketajaman mata elang:

  • Bagaimana melihat dengan jeli peluang peluang yang ada didalam kehidupan ini, baik untuk karir maupun bisnis, termasuk yang berada jauh didepan kita.
  • Bagaimana melihat peluang peluang untuk perbaikan diri, termasuk yang jauh didalam hati sanubari kira.
  • Bagaimana kita melihat kondisi emosi dari orang orang disekitar kita, termasuk sanak keluarga kita.
  • Bagaimana kita melihat kebutuhan orang orang disekeliling kita, terutama yang serba kekurangan.

 

Dengan ketajaman ketajaman diatas, kita akan bisa membina masa depan yang diimpikan, menjadi manusia yang lebih baik, berhubungan dengan orang lain dengan harmonis dan bisa membantu orang lain yang kekurangan. Sudah banyak sih orang yang tajam matanya, tapi …….hanya ketika melihat adanya lembaran uang, atau gadis cantik/ pria tampan…….;-))

 

Penulis buku MindWeb, konsep Berpikir Tanpa Mikir

Salam, Eka Wartana

Leave A Response »