All posts by admin »
Pandemi dan Obesitas
Pandemi dan Obesitas Di masa pandemi ini Banyak orang terkena pehaka Yang mendatangkan petaka Hidup pun menjadi celaka Tapi kenapa banyak orang semakin gemuk? Di masa pandemi ini Penghasilan orang berkurang
Read More »Tinggalkan Zona Nyaman?
Tinggalkan Zona Nyaman? Oleh: Eka Wartana Para motivators entrepreneur sering mengajak orang untuk berani meninggalkan zona nyaman. Secara emosional, mungkin ajakan itu ada benarnya. Jadilah orang yang berani mengambil risiko. Tapi secara logika, kiranya
Read More »Konsisten dan Berubah-Ubah
Dalam hidup ini sering kita temukan situasi yang serba salah. Orang konsisten dibilang kaku. Orang yang sering berubah dibilang plin-plan. Tapi bagaimanapun, selalu akan ada jalan tengah…. selalu ada solusi untuk setiap ambiguity. #konsisten #plinplan #berubah #kaku #solusi #mindwebway #mindweb #ekawartana #berpikirtanpamikir
Read More »Pelit Tapi Boros
Pelit Tapi Boros Oleh: Eka Wartana Kebanyakan orang pelit untuk orang lain, tapi boros untuk dirinya. Ada juga sih orang berhati mulia yang lebih mementingkan orang lain daripada dirinya. Tapi ada lagi orang yang
Read More »Benci dan Dendam
Benci dan Dendam Orang yang dibenci tidak merasakan beban, sementara orang yang membenci semakin menderita. Orang korban dendam tetap merasa nyaman, sementara orang yang mendendam hidupnya penuh keresahan. Apakah saya yang salah atau orang
Read More »Salah Fokus
Salah Fokus Oleh: Eka Wartana Dalam kehidupan, terkadang kita dihadapkan pada situasi yang serba salah. Terlalu memerhatikan hal hal sepele, menjadikan hidup ini lumayan ribet. Fokus pada hal kecil akan mengaburkan focus pada hal
Read More »Nasin atau Takdir
Nasib atau Takdir Oleh: Eka Wartana Masih banyak orang yang mencampuradukkan nasib dan takdir. Pemulung menganggap sudah takdirnya menjadi pemulung. Padahal kalau mau dia dia bisa mengubah nasibnya. Tetapi keyakinannya yang sangat kuat melekat
Read More »Kompetisi dan Kolaborasi
Competition dan Collaboration Oleh: Eka Wartana Selama ini orang cenderung untuk “berperang” sampai berdarah-darah di lautan merah (“red ocean”). Mereka perang promosi, perang kualitas sampai dengan perang harga. Akibatnya: kedua belah pihak merugi, paling
Read More »












