Ujian-Formal, Professional, Kehidupan

Eka Wartana 18/07/2023 0
Ujian-Formal, Professional, Kehidupan

Oleh: Eka Wartana

Manusia menghadapi berbagai ujian selama hidupnya.

Ujian yang menentukan apakah dia ‘lulus’ dalam berbagai hal:  

  • Ujian Formal (study). Ini dihadapi oleh para siswa, mahasiswa, pasca sarjana
  • Ujian Professional (dalam pekerjaan/profesi).

Ujian awal bagi karyawan: masa percobaan. Setelah itu ada ujian ujian lainnya: masalah masalah yang dihadapi: target yang harus dicapai, problem solving, kompetisi, integritas, pengembangan karier, dll)

  • Ujian Kehidupan. (termasuk religi)

Lulus dalam ujian formal dan professional, tidak menjamin seseorang lulus dalam ujian kehidupan.   

Menjalankan ibadah saja belum berarti seseorang terus lulus dalam ujian kehidupan. Apakah sikapnya, kelakuannya sudah sesuai dengan ajaran agama? Masih ada kah rasa iri dengki, benci, dendam bersemi di dalam dirinya? Ada kah dia peduli dengan orang orang miskin?

Ujian berat bagi manusia adalah ketika dia memperoleh kekuasaan, kekayaan dan kenikmatan. Dalam kondisi berkuasa dan kaya raya, orang sering lupa diri. Ketika mengalami kenikmatan, nafsunya berkuasa total. Kepribadiannya berubah drastis.  

Dalam kehidupan ini kita bisa melihat bagaimana sikap seseorang ketika menghadapi masalah. Bagaimana sikapnya ketika memperoleh rezeki.

Kurang lebih mereka bisa dikelompokkan seperti berikut:

Orang yang ‘minus’ (Buruk):

  • Sering lupa bersyukur ketika mendapat rezeki
  • Suka iri ketika orang lain mendapat rezeki
  • Suka mengeluh ketika mendapat cobaan
  • Suka bersyukur ketika orang lain mendapat cobaan

Orang baik:

  • Bersyukur ketika mendapat rezeki
  • Bersyukur ketika orang lain mendapat rezeki
  • Tidak mengeluh ketika mendapat cobaan
  • Tidak bersyukur ketika orang lain mendapat cobaan

Orang berhati mulia:

  • Bersyukur ketika orang lain mendapat rezeki
  • Bersyukur ketika mendapat cobaan

Kenapa hanya 2 hal untuk orang berhati mulia?

Karena, kalau dia bersyukur di saat orang lain memperoleh rezeki, dia akan bersedih ketika orang lain menghadapi cobaan. Ketika dia sendiri tidak pernah mengeluh ketika cobaan menjelang.

Dengan anagram, ternyata ada makna tertentu kalau suatu kata dibolak balik. Dan kata kata itu mengandung arti yang berhubungan:

Yang buruk sebaliknya dikubur, dihilangkan

Yang baik perlu dibiakkan

Yang mulia, sebaiknya mulai kita kembangkan

Ujian melawan godaan (nafsu, materi, kenikmatan), dosa dll

Salam Problem-Preventing,

Eka Wartana

Author:

Relative-Contradictive dalam Profesi, (pesan buku via WA ke: 081281811999)

Berpikir Tanpa Mikir – Terobosan Cara Berpikir,

To Think Without Thinking – A Thinking Breakthrough,

MindWeb-A New Way of Thinking.

Founder and Master Trainer:

The MindWeb Way of Thinking

Problem-Preventing, The Advanced Competency – The MindWeb Way

#relativecontradictive #problempreventing #tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #karyaanakbangsa #aslikaryaindonesia #mindweb #ujian #rezeki #anagram

Leave A Response »