Critical Thinking vs Negative Thinking

Eka Wartana 25/01/2022 2
Critical Thinking vs Negative Thinking

Oleh: Eka Wartana

Banyak orang yang sangat kritis terhadap perkataan dan kelakuan orang lain. lihat saja bagaimana oknum politik bersikap.

Apakah Critical Thinking kompetensi mereka bagus? Yang pasti, tidaklah. Mereka hanya melihat sisi yang buruk saja. Tujuannya menjatuhkan orang lain. Apa yang dikatakan, dilakukan orang lain selalu dianggap salah. Yang mereka punyai adalah negative thinking mindset.

Apa sih perbedaan antara Critical Thinking dan Negative Thinking? Sekilas keduanya mirip ya, melihat hal hal yang perlu diperbaiki. Bedanya yang satu adalah kompetensi, yang satunya bisa bikin naik tensi…..

Critical Thinking

Critical Thinking dan Problem Solving adalah competencies yang mengalami peningkatan kebutuhan di tahun 2025, menurut World Economic Forum.

Beberapa hal yang berhubungan dengan Critical Thinking dalam mengolah ide, fakta, informasi, proposal:

  • Evaluasi dan menganalisa berdasarkan fakta dan logika (objective)
  • Mengerti hubungan antar informasi, ide, fakta
  • Melihat dari sisi yang berbeda sampai yang berlawanan.
  • Melihat implikasi (dampak) nya
  • Memberikan koreksi, solusi untuk perbaikan.
  • Menarik kesimpulan

Critical Thinking tidak bersifat apriori (berasumsi negative) ataupun mengadili.

Negative Thinking

Negative Thinking bisa mengenai diri sendiri (pesimis, depresi, dll) dan dalam berhubungan dengan orang lain. yang kita bahas di sini adalah yang ke dua.

Orang yang suka berpikiran negative biasanya menunjukkan sikap:

  • Mencari-cari kesalahan
  • Subjective, menurut pendapat dia sendiri.
  • Tidak peduli dengan hal yang baik dari orang lain  
  • Curiga terhadap orang lain.
  • Belum belum sudah mengadili berdasarkan asumsi saja (apriori)
  • Pertimbangannya factor emosional (marah, benci, iri)
  • Memberikan vonis tanpa mengadili

Tapi ada juga lho sisi positive dari negative thinking….(kok bisa ya, sudah negative tapi positive…?). Ini terkait dengan sisi kewaspadaan.

Contohnya: Ketika ada orang yang menawarkan barang dengan harga yang sangat murah. Jangan jangan itu barang curian atau selundupan. Kita perlu curiga dan waspada supaya tidak tertipu.

Sudah cukup banyak orang baik baik yang tertipu karena terlalu berpikir positive lho!

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Founder, Master Trainer: The MindWeb Way of Thinking.

Author: To Think Without Thinking (in English), Berpikir Tanpa Mikir, MindWeb (Indonesia & English Edition).

Professional Licensed Trainer (MWS International)

Over 33 years of experience in various managerial positions.

#tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #mindwebway #mindweb #karyaanakbangsa #ekawartana #relativecontradictive #criticalthinking #negativethinking #competency #mindset

2 Comments »

  1. Nana 25/01/2022 at 7:27 am - Reply

    Terima kasih artikelnya pak Eka. Reminder yg bagus utk lebih fokus ke Critical Thinking yg bersifat lebih produktif daripada Negative Thinking yg tidak produktif dan cenderung destruktif
    Sehat dan sukses selalu untuk pak Eka ?

    • Eka Wartana 25/01/2022 at 8:30 am - Reply

      Hallo Bu Nana…. thanks untuk komentarnya yang sangat memotivasi ya.
      Memang betul, critical thinking lebih produktif… tapi tidak bagi orang yang berpikiran negative.
      Mereka fokus ke dirinya, seakan akan critic itu menyerang dirinnya. Dia cenderung victimized themselves…
      Salam sehat, sukses dan sejahtera buat Bu Nana sekeluarga ya…..

Leave A Response »