RUN the Talk-Mengenang Bp. Met Hamami (Alm)

admin 29/07/2021 37
RUN the Talk-Mengenang Bp. Met Hamami (Alm)

Oleh: Eka Wartana

Kebanyakan orang kita kalau ditanya, siapa tokoh yang paling dikagumi, akan menyebut tokoh tokoh luar negeri. Buat saya, tokoh yang paling saya kagumi adalah Bapak AHK Hamami (Alm), Founder, Owner PT Trakindo Utama.

Kenapa? Karena untuk tokoh tokoh dunia sekalipun, saya hanya membaca,  mendengar saja tentang mereka. Tapi saya melihat dan merasakan sendiri kenyataan tentang hal hal yang Almarhum lakukan, bukan hanya yang dikatakannya. Bukan hanya mendengar dari mass-media seperti para tokoh dunia lainnya, tapi langsung menyaksikannya.

Beberapa teladan yang saya pelajari dari Pak Met:

  • Integritas. Menjalankan apa yang kita katakan, memegang komitmen, jujur, bertanggung-jawab, berprinsip. Omongannya sangat bisa dipegang

Ketika beliau meminta saya untuk pindah dari Padang ke Medan, beliau berjanji akan promosi saya dari kepala cabang menjadi Assistant GM dalam 6 bulan. Tepat 6 bulan setelah pindah ke Medan, datang surat pengangkatan saya sebagai Assistatnt General Manager. Tanpa banyak bicara, tanpa menunggu ditagih, beliau memenuhi janjinya.

  • Do not compromise yourself”, kalimat yang sering beliau ulang ulang. Kita jangan melakukan hal yang kita larang untuk orang lain lakukan. Tidak ada kata “kecuali” untuk diri sendiri.

Prinsip ini saya terapkan ketika menjadi kepala cabang. Istri yang hamil muda saya sewakan mobil untuk antar kuliah dengan biaya sendiri dan tidak saya perkenankan memakai mobil kantor. Padahal saat itu keuangan saya sangat pas-pasan.

  • Low profile. Almarhum adalah orang yang rendah hati di tengah hartanya yang berlimpah. Tetap setia memakai mobil Volvo tuanya, padahal punya kemampuan membeli ratusan mobil Ferrari jika beliau mau. Beliau tidak mau menonjolkan diri di publik, tapi sangat patuh membayar pajak, sangat saying terhadap keluarga, karyawan dan bangsa.

Suatu pagi ketika antri sarapan di hotel Las Vegas, ada yang mencolek tangan saya. Ternyata Pak Met:”Numpang antri satu, dong!” Saat itu beliau sangat ramah, jauh berbeda dari penampilannya di kantor yang membuat karyawan bergetar kalau bertemu beliau. Waktu itu Pak Met mengajak GM Trevor Welch, Sales Manager Nielman dan saya mengunjungi Mining Expo di Las Vegas.

  • Jujur. Beliau sangat tidak mau merugikan negara. Semua pajak pajak dan kewajiban lain dibayar penuh tanpa usaha menghindar atau mengurangi kewajiban.

Dalam pernikahan pun Alm sangat jujur, sampai akhir hayatnya, Alm hanya punya istri satu dan tetap satu. Alm sangat mencintai keluarganya.

Beliau berhasil membina putera-puterinya sebagai generasi kedua menjadi orang orang yang hebat: Ibu Mia Hamami, Ibu Lana Hamami, Bp Muki Hamami, Bp Bari Hamami.

  • Disiplin. Sampai di usia diatas 80 thn Alm tetap hadir penuh di kantor Cilandak. Glaucoma mata yang mengganggu penglihatannya, tidak mengurangi kedisiplinan Alm.

Kedisiplinan beliau itu diteladani oleh para karyawan Trakindo. Harapan beliau, semua karyawan memiliki self-discipline, tetap disiplin walau tidak ada yang mengawasi.  

  • Konsisten.

Salah satu yang disebut sebagai kunci sukses Alm adalah konsistensi. Pak Met terus konsisten menjaga prinsip dan nilai nilai kehidupan yang diyakininya. Tidak pernah beliau bersikap plin-plan. Beliau konsisten tapi  tetap mampu bersikap fleksibel di mana diperlukan.

Ada beberapa peristiwa yang sangat mengesankan sehubungan dengan prinsip dan sikap beliau:

Sayang Karyawan

Resesi dunia tahun 1985 membuat ekonomi Indonesia sangat parah. Dalam keadaan sesulit itu perusahaan tetap memberikan THR. Dan Alm. memberikan tunjangan sebesar Rp 300.000 untuk semua karyawan (waktu itu uang senilai itu cukup banyak lho). Dan ini berlangsung bertahun tahun setelah itu. Dana itu bukan dari perusahaan, tapi dari uang pribadi Alm.

Hal yang menarik dari Alm adalah sikapnya yang tidak banyak bicara, tidak suka obral janji. Tapi Alm. adalah orang yang sangat sayang terhadap karyawannya. Semua hak karyawan dipenuhi, tanpa menunggu protes dulu. Alm. tegas tapi peduli dan fair. Tidak pernah terlihat marah marah, tapi semua orang sangat respek dan takut berhadapan dengan Alm. 

“Lawan Aja”

Dalam satu meeting wilayah Sumatera, Expat GM kami marah sekali karena saya membantahnya. Ketika itu baru beberapa bulan dipercaya menjadi kepala cabang. Saya membantah karena saya benar. Ketika itu Pak Met ikut hadir dalam area meeting untuk para kepala cabang. Saya peserta yang paling Yunior.

Sehabis meeting saya dipanggil Pak Met. Saya pikir beliau akan menegur saya karena membantah atasan. Eh, saya jadi kaget karena beliau malah bilang begini:”Kalau kamu benar, lawan aja atasanmu!” Beliau mengajarkan orang kita supaya berani membela kebenaran. Nampaknya beliau tidak suka “Yesman”

Diadili BoD

Satu hari, seorang Expat dari Sister Company yang kabarnya juga pemegang saham di sana, memaksa saya untuk memakai jasa perusahaan dia untuk semua jasa pengiriman parts Trakindo. Saya menolak karena tarifnya 30% diatas vendors lainnya. Dia mengadu ke Pak Met dan akhirnya saya dipanggil menghadap BoD. Dalam hati saya berkata:”Dipecat pun saya tidak akan mengubah keputusan saya

Di depan BoD saya jelaskan bahwa kalau saya terima tarif 30% diatas vendors lain maka akan terjadi kerugian besar bagi kedua perusahaan kita. Kenapa?

  1. Biaya transportasi suku cadang akan meningkat tajam (30%) dan keuntungan Trakindo akan merosot tajam. Memang secara Group keuntungannya tidak lari ke orang lain tapi itu sama saja dengan membohongi diri sendiri. Belum lagi pajaknya yang dobel.
  2. Sister Coy tidak akan berkembang karena hanya tergantung dari Trakindo saja. Customer lain tidak akan memakai jasanya karena rate nya yang terlalu mahal. Sister Coy harus bisa bersaing secara nasional dan global. Dengan tergantung dari Trakindo saja, tujuan itu tidak akan tercapai.

Sekiranya rate yang diajukan lebih mahal hanya 5% dari vendor lain, maka seluruh jasa pengiriman parts akan saya alihkan ke Sister Coy kita. Dari pada keuntungan diberikan ke vendors lain, lebih baik membantu pengembangan Sister Company. Tapi kalau 30%? No way!

Yang saya salut dengan Pak Met, beliau tidak menyalahkan saya. Dan saya tidak dipecat! Kita perlu bersikap sebagai professional, bukan menjadi “Yes-man” demi keselamatan diri sendiri saja. Dan untuk itu kita harus siap menghadapi risiko.

Ketika ada niat baik Sister Coy untuk review rate-nya, saya berikan price list semua vendor lainnya. Sesudah itu jasa pengiriman parts semuanya saya berikan ke Sister Coy, bertahap sesuai kemampuannya.

Peduli Bangsa

Pak Met Hamami Alm sangat peduli dengan kemajuan bangsa. Dana besar diberikan untuk pengembangan para karyawan, baik untuk training di dalam negeri maupun luar negeri. Saya sendiri diberi kesempatan untuk training Management di AIM, Philipines selama dua bulan, Sundridge Park London di KL, travel ke berbagai negara (USA, Australia, Jepang, Singapore). Selain untuk menambah ilmu, Alm juga ingin memperluas wawasan kami.   

Tersirat keinginan Pak Met untuk mengembangkan mental bangsa kita. Beliau mengajarkan kita untuk berani berbicara, bersikap dan bertindak.

Pak Met juga menyumbangkan bukan hanya engine dan alat berat untuk bahan pelajaran bagi murid murid STM, tapi juga instruktur untuk mendidik mereka. Yang lebih mulia lagi, Trakindo membuka lapangan kerja bagi mereka setelah selesai Pendidikan. 

Kalau maum beliau bisa hidup ongkang ongkang dengan kekayaannya yang berlimpah, tapi itu tidak dijalaninya. Tidak ada sikap berfoya-foya di mata kami. Beliau mengutamakan lapangan kerja untuk sebanyak banyaknya untuk bangsa. Juga keinginan beliau untuk meng-upgrade mental bangsa kita. Sungguh mulia sekali niat beliau!

By-pass Dua Atasan  

Lumayan sering saya dipanggil langsung oleh beliau, tanpa melalui 2 level atasan Expat saya. Beliau menanyakan tentang operasional pekerjaan. Beliau ingin serba cepat, dan tidak mau terlalu birokratis. Sebagai seorang professional, setelah dipanggil, saya update atasan saya supaya dia juga tahu apa yang terjadi. Kurang etis kalau diam diam saja, seakan memang sengaja mau mem-bypass atasan langsung ke Direktur Utama (Owner).

Sebenarnya saya mempunyai kesempatan untuk pamer hal hal yang telah saya lakukan dalam beberapa usaha menyelamatkan uang perusahaan tapi itu tidak saya lakukan. Orang akan menilai saya bodoh, karena tidak memanfaatkan kesempatan. Tapi itulah yang namanya prinsip hidup. 

Mahasiswa Dihargai.

Ketika masih aktif di Senat Mahasiswa Fak. Teknik U.I. sebagai Ketua Bidang Pendidikan, saya sempat berkunjung ke Trakindo (1971). Mau jumpa langsung dengan Direktur Utama Trakindo, Pak Met Hamami. Tujuannya mencari beasiswa untuk para mahasiswa yang kurang mampu.

Salutnya, beliau langsung menerima kami tanpa menunggu, padahal tanpa janji! Dan yang membuat kaget, beliau bilang:”Bawa mahasiswa mahasiswa UI ke sini, saya kirim untuk bekerja di Kalimantan”. Saya jelaskan, tujuan kami untuk beasiswa, bukan mencari pekerjaan. Setelah selesai studi baru mereka butuh pekerjaan. Beliau sempat mengundang group mahasiswa Teknik UI untuk menjelaskan misi Trakindo. Saya mengajak sekitar 25 orang menghadiri undangan beliau.

Tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya karena tugas saya di Senat Mahasiswa sudah berganti. Eh, ternyata 6 thn kemudian, nasib mengarahkan saya untuk bekerja di Trakindo. Stanvac juga menerima saya, tapi saya memilih Trakindo.

“Let Me Know….”

Tahun 1995 saya resigned dari Trakindo karena saya ingin pindah ke Jakarta, tapi tidak ada posisi untuk saya. Ketika pamitan, Beliau bilang:”If you want to come back, let me know”. Beliau sungguh baik hati!

Yang membuat saya terharu, ketika saya mengatakan berniat untuk kembali ke Trakindo Beliau membuatkan posisi baru untuk saya di kantor pusat, posisi yang sebelumnya belum ada.

You are  born a great man

Pak Met sangat jarang memuji. Beliau selalu berbicara apa adanya, jauh dari kepura-puraan. Karenanya saya kaget membaca komentar beliau dalam emailnya tgl. 9 October 2008 ke saya:

You are born a great man; teruskan misi hidup Saudara”.

Selain itu beliau juga mengkritik saya:”Menjelang datangnya usia 60 tahun

dan kehidupan selanjutnya, alangkah sempurnanya bila kekerasan hati Saudara

dibalut dengan sedikit kelembutan dan keluwesan”. 

Isi email Pak Met itu tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

Hari ini tgl 29 adalah tanggal kelahiran Pak Met dan juga tanggal meninggalnya Almarhum. Entah kebetulan atau tidak, nomor rumah saya juga nomor 29.

Pak Met Hamami (Alm) bukan hanya Walk the Talk, tapi Run the Talk, melakukan lebih banyak dan lebih baik dari apa yang dikatakannya!

Beliau adalah Pemimpin Teladan, dan Pahlawan bagi karyawan Trakindo, TMT beserta keluarganya. Kapan lagi kita bisa menemukan Pemimpin sebaik,semulia  dan sekaliber Bapak Met Hamami……?

Terima kasih sebesar-besarnya, Pak Met untuk semua bimbingan, arahan, pengembangan dan pembinaan dari Bapak selama kami bekerja di Trakindo……

Semoga Bapak Met Hamami (Alm) selalu berada di tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Aamiin……..

Salam Trakindo,

Eka Wartana

Masuk Trakindo 1977, pensiun 2007

#ahkhamami #methamami #trakindo #trakindoutama #walkthetalk #runthetallk #ekawartana

37 Comments »

  1. Hadi Suparno 29/07/2021 at 8:20 am - Reply

    Saya sangat terharu dan setuju sekali dengan ulasan yg disampaikan oleh Mas Eka Wartana ,memang betul apa adanya sejarah tentang Alm BPK Mett Hamami.
    Kebetulan saya joint di PT Trakindo dengan th yg sama 07Sept 1977 dan Pensiun juga pada Th 2007.Cuman beda kelas,saya masuk kelasnya kuli,Mas Eka masuk ke TU dgn kelas Sarjana ( MT). Kami ketemu biau sewaktu OJT di TU Bppn dgn Alm Mas Joko Utomo,Mas Edward,dllnya.
    Perjalanan Carrier saya dari Ast Mekanik hingga Pensiun sampai dgn Product Support Mgr di Freeport Tembagapura saya tempuh selama 30th.Dari Cabang Bppn,Tarakan,Pontianak,Sorong,Ambon,JKT,Sangatta,Tembagapura dan pulang Ke JKT ke LEC sampai Pensiun.
    Dan setelah itu saya dimohon oleh BPK Hamami untuk lanjut sebagai Tech Devlp ADVISOR Management Trainee di HO.
    Berakhir pada Tggl 16 Maret 2013.
    Saya masih ingat sewaktu di Project Engine Besar 3600 Series di Power Plant Freeport Tembagapura bersama Mas Sentosa Lingga dan Mr Paul Grant. Saya mendapatkan julukan dari Pak Met Hamami ( Alm )sbb:
    *You are the right man,on the right palace*
    Terima kasih Pak Met Hamami ( Alm ),kiranya BPK selalu berada damai di Surga..Amin.

    • admin 31/07/2021 at 5:49 pm - Reply

      Wah, tahun masuk dan pensiunnya kita sama rupanya ya…. Pensiun saya sebetulnya 2006 tapi diperpanjang 2x 1 tahun.
      Cuma saja saya resign 7 bulan sebelum kontrak tahun ke 2 berakhir.

      Satu lagi bedanya, saya sempat resign dulu tahun 1995 dan rejoin thn 1977.
      Nah satu lagi bedanya, Pakde diperpanjang lagi sampai 2013. Keren Pakde, kalau tidak hebat, tidak mungkin diperpanjang
      selama itu. Sukses dan sehat selalu ya, Pakde Parno.

  2. Ir. Nengah R Jamrna MM. 29/07/2021 at 8:22 am - Reply

    Luar biasa kejujuran dan kebenaran yang di ungkapkan oleh saudara kita Bpk Eka Wartana, karena kebenaran yang sama dengan apa yang saya rasakan, alami, selama lebih dari 33 tahun (April 1980-Desember 2013) menjadi karyawan di Trakindo, tetang kepemimpinan bpk Met Hamami (alm).
    Semoga bpk Eka Wartana berumur panjang dan sehat selalu atas perlindungan Nya,
    Demikian juga semoga bpk Met Hamami (alm) berada di tempat yang mulia disisiNya.

    • admin 31/07/2021 at 5:45 pm - Reply

      Wah, baru sadar saya pensiunnya 6 tahun lebih dulu dari Pak Nengah ya… ngerasa sebaya aja…ha ha ha.
      Terima kasih banyak untuk komentar Pak Nengah serta untuk doa doanya untuk Pak Met Alm dan untuk saya.

      Melihat foto terkakhir Pak Nengah, kelihatan muda sekali, sehat dan segar.

      Semoga Pak Nengah sehat selalu dan dalam perlindungan Sang Hyang Widhi Wasa…..

  3. Supri 29/07/2021 at 8:29 am - Reply

    Terimakaaih atas pengalamanya yang mengispirasi untuk berbuat baik

    • admin 31/07/2021 at 5:41 pm - Reply

      Sama sama Bang Supri, semoga bermanfaat ya…

  4. N.Z.Raja (Nielman Zakaria). 29/07/2021 at 8:32 am - Reply

    Setahu apa2 yg saya ketahui, apa yg ditulis oleh sdr.Eka Wartana adalah 99% benar adanya.
    Saya pribadi malah pernah melanggar apa yg alm pak Met Hamami larang, yaitu agar tidak mematikan angin a/c diatas pesawat yg mengarah ke tubuh beliau, namun setelah bbrp menit kemudian saya melihat beliau sangat kedinginan krn kurang sehat (walau udah pakai jaket), saya yg kebetulan duduk tepat dibelakang tempat duduk beliau, spontan berdiri utk mematikan angin a/c tsb, mengetahui itu beliau tiada reaksi dan membiarkan saja perbuatan saya tsb.
    Itu terjadi di th 1987 dlm penerbangan bersama beliau menuju Las Vegas.
    Setelah itu beliau biasa2 saja kpd saya, tdk menegur dlsb.
    Suatu hal kecil yg sampai s/d saat ini masih saya ingat, yaitu harus berani kalo benar !!.
    Semoga kita2 akan ikut selalu mendoakan yg terbaik utk almarhum. Salam ??????

    • admin 31/07/2021 at 5:40 pm - Reply

      Wah, Uda Raja berani ya melawan perintah Boss besar….! Tapi demi kebaikan, tidak apa apa kok.
      Buktinya tidak dikasih warning letter kan waktu itu…..! (soalnya Pak Met gak bawa kertas untuk SP :-))

      Kita kan satu pesawat waktu itu, Uda? Kok AC saya gak dimatiin… padahal saya kedinginan juga… he he he.
      Kita nostalgia yuk pengalaman di Las Vegas waktu itu……

      Thanks untuk komentarnya ya, Uda Raja

  5. puryanto 29/07/2021 at 12:44 pm - Reply

    Nilai luhur yg tertanam di diri saya sampai saat ini adalah jujur, amanah, loyal pada profesi. Terimasih Pak… semoga mendapat balasan yg terbaik oleh Allah subhanahu wataala.

    • admin 31/07/2021 at 5:32 pm - Reply

      Setuju sekali Mas Puryanto. Kita semua melihat teladan dan pembelajaran dari Alm Pak Met dalam hal nilai nilai luhurnya.
      Semoga Alm sudah berada di sisi Allah….Aamiin……

  6. Eddy Kadir 29/07/2021 at 1:53 pm - Reply

    Sangat sependapat, sesuai yg pernah saya alami, kalau dalam.hal menegakkan kebenaran beliau sangat mendukung kita dalam menghadapi bule bule yg gila kekuasaan dan sewenang wrnang thd karyawan .

  7. Eddy Kadir 29/07/2021 at 1:53 pm - Reply

    Sangat sependapat, sesuai yg pernah saya alami, kalau dalam.hal menegakkan kebenaran beliau sangat mendukung kita dalam menghadapi bule bule yg gila kekuasaan dan sewenang wrnang thd karyawan .

    • admin 31/07/2021 at 5:31 pm - Reply

      Wah, kalau Pak Eddy saya tahu tuh ceritanya bagaimana Pak Eddy begitu berani mempertahankan kebenaran.
      Beliau memang ingin orang kita berani memegang prinsip. Pak Eddy memang luar biasa.

  8. Jim Harker 29/07/2021 at 2:14 pm - Reply

    Brilliant as always Eka, proud to have been a colleague,,

    • admin 31/07/2021 at 5:29 pm - Reply

      Hi Jim, glad to see your comments here. You read the English version of this website, right?
      I set this website in 17 Languages including English, of course.

      Thank you so much motivating comments, Jim. I also proud to have been a colleague of you.
      WIsh you always be the best, Jim.

  9. Natio B Panjaitan 29/07/2021 at 6:32 pm - Reply

    ..saya pribadi sangat menghormati beliau & salut. Beliau juga menjadi guru saya thn.82-83 ketika saya menjadi trainee di workshop TU-Cilandak.

    Satu hal yang saya tak lupa ketika beliau mengatakan kepada saya “kamu harus berani bertanghungjawab terhadap apa yang dilakukan”..krn saya waktu itu training di bagian undercarriadge D8K di mana udercarriadge adalah bagian kritis. ??

    • admin 31/07/2021 at 5:26 pm - Reply

      Memang beliau ingin orang orang kita berani dalam mempertahankan pendapat yang benar,
      dan berani bertanggung jawab atas tindakan kita.

      Pernah Area Personnel Mgr kami kena teguran dari Alm karena mengirim istri karyawan untuk berobat ke Singapore.
      Itu bukan pertama kali dia berobat ke sana. Beliau marah kepada Area Personnel kami.

      Karena saya yang meminta tolong ke Area Personnel Mgr, saya langsung nulis memo ke Alm dan mengatakan bahwa saya
      yang meminta Area Pers Mgr untuk book hotel dsb. Dalam hal prinsip, kok saya tidak merasa takut waktu itu.
      Saya tidak bisa membiarkan teman celaka, apalagi karena membantu saya.

      Akhirnya, Pak Met bilang, :”Kamu berdua bertanggung jawab dan mengembalikan semua dana yang sudah dikeluarkan.”
      Beliau memang Guru Besar kita…..
      Dan semuanya berhasil dikembalikan ke perusahaan.

  10. NUR MUHAMAD RIVAI 29/07/2021 at 7:17 pm - Reply

    Cerita dan pengalaman yang sangat lengkap.
    Saya hanya sekolah 10 tahun di Trakindo dan beruntung sekali di Divisi HR , dan memegang peran yg strategis Payroll. Jadi apa yang di tuliskan Pak Eka, sayapun mengalami saat berinterkasi dengan beliau beberapa kali.

    Values yang di tuliskan memang benar dijalankan begitu juga dengan generasi kedua, anak anak Pak Met yang mencontohkan integritas dan values lainnya.

    Trakindo adalah sekolah terbaik dalam berkarir dibanding organisasi lainnya. Jaya terus Trakindo dengan warisan nilai luhur Pak Met.

    salam
    Rivai

    • admin 31/07/2021 at 5:19 pm - Reply

      Memang kalau HRD sering berhubungan dengan beliau ya.
      Memang Trakindo adalah perusahaan yang bagus untuk mengembangkan diri.

      Ketika masuk Trakindo thn 1977 saya rencana bekerja di TU hanya 5 thn saja.
      Tapi setelah mengenal budaya perusahaan, program training, dan pribadi Pak Met Alm lebih jauh,
      saya kehilangan minat untuk pindah kerja.

      Banyak karyawan yang betah di Trakindo dan terus bekerja sampai pensiun.

  11. Arisiani (Ais) 29/07/2021 at 7:38 pm - Reply

    Pak Eka terima kasih sharing nya.
    Miss pak Met so much …?
    Semoga beliau husnul khotimah. .

    • admin 31/07/2021 at 5:15 pm - Reply

      Sama sama, Mbak Ais… We all miss Pak Met.
      Semoga Alm sudah berada di sisi Allah SWT…. Aamiin….

  12. Amraks 29/07/2021 at 7:40 pm - Reply

    Panutan yang sangat Luar Biasa.. semoga Alm pak Met Hamami mendapatkan tempat yang baik dan di sisi Allah SWT..

    • admin 31/07/2021 at 5:13 pm - Reply

      Setuju, Bang Muhammad…. Aamiin…..YRA

  13. Fenti Arida 29/07/2021 at 8:18 pm - Reply

    Selamat malam Pak Eka, semoga bapak dan keluarga selalu sehat dan dilindungi Tuhan, Aamiiin..

    Semoga Bapak juga masih ingat dengan Saya yaa Pak.. 🙂 salah satu anak buah bapak semasa di Trakindo yg pernah Bapak bimbing secara khusus untuk meningkatkan soft skill. Terima kasih sebanyak-banyaknya atas hal tersebut. Menjadi bekal untuk menjalani karir Saya di Trakindo, sekali lagi terima kasih sebanyak-banyaknya, Pak Eka.

    Benar sekali, sosok Pak Met sangat lekat dihati kami. Satu sosok panutan yang nilai2 hidupnya sangat patut menjadi contoh. Beruntung sekali Pak Eka banyak mendapat pengalaman dan pelajaran langsung dari beliau, dan kami yang jarang bertemu pun bisa merasakan kebaikan dan ketangguhan beliau.

    Terima kasih Pak Eka atas artikel yang mampu membuat kami pembaca yang mengenal Pak Met bernostalgia dengan semua kebaikan beliau.
    Alfatihah..

    Salam hormat,
    Fenti Arida

    • admin 31/07/2021 at 5:12 pm - Reply

      Hallo Dik Fenti…. Iya dong ingat, walaupun sudah lama sekali kita tidak komunikasi.

      Siapa yang tidak ingat Dik Fenti yang cerdas dan sangat termotivasi untuk mengembangkan diri.
      Memang betul, Dik, saya sering teringat beliau. Sudah lama rencana menulis setelah Alm meninggal tapi
      beru kesampaian sekarang.

      Nah, baru 2 hari lalu saya lihat faktor ‘kebetulannya’. Trakindo berdiri si thn 1970. Dan sekarang usia saya 70 thn.
      Kelihatannya ada satu keterhubungan ya…..?

      Terima kasih untuk doanya buat Pak Met ALm ya, Dik Fenti. Semoga Dik Fenti sehat dan semakin sukses dalam karier dan segala usaha. Aamiin…

  14. Liana Pangemanan 29/07/2021 at 9:37 pm - Reply

    Tulisan yang sangat menarik n bermanfaat pak Eka. Saya juga selalu mengenang alm pak Met sebagai pribadi yang luar biasa.

    Semoga tulisan pak Eka ini dapat lebih menginspirasi orang banyak.

    • admin 31/07/2021 at 5:07 pm - Reply

      Wah terima kasih untuk pujiannya, Sis Liana. Semogoa gak kepanjangan ya tulisannya. Itu juga sudah saya persingkat….
      Iya, kebanyakan karyawan Trakindo berpendapat sama. Beliau memang orang yang luar biasa, Sis.
      Semoga bisa menginspirasi lebih banyak orang ya, Sis Liana. Thanks, again.

  15. Agung Santoso 29/07/2021 at 9:41 pm - Reply

    Saya Alumni, masa kerja 2001 s/d 2011 terimakasih telah mengingatkan keteladanan seorang pemimpin sekaliber beliau, saya bangga dan terharu, terimakasih Almarhum Pak Met, dan juga Pak Muki, Pak Baru, semoga TMT selalu berkah rahmatan lilalamin ??

    • admin 31/07/2021 at 5:04 pm - Reply

      Sama sama, mas Agung. Sebenarnya sudah agak lama saya ingin menulis tentang Pak Met Alm
      tapi entah kenapa baru minggu ini baru terlaksana.
      Memang beliau pantas menjadi kebanggan kita semua.

  16. Iryawan 29/07/2021 at 10:01 pm - Reply

    Yes, Beliau adalah sosok yang di cintai oleh karyawannya di level terbawah sekalipun, tidak jarang karyawan di daerah langsung berkirim surat kepada beliau untuk menyampaikan keluhannya dan langsung di respon.

    Saat saya dan beberapa rekan serviceman dari berbagai daerah menjalani Training di HO, kami meminta agar bisa bertemu dengan beliau dan beliau datang serta memberikan beberapa wejangan tentang integrity dan kejujuran.

    Beliau berpesan jika ada teman-teman serviceman yang berkunjung ke HO dan ingin bertemu saya…ngomong aja ya jangan sungkan.

    Saya sangat setuju dengan penulis mengenai profil dan karakter beliau, Beliau adalah sosok panutan bagi karyawannya hingga saat ini.

    Al-fatihah untuk Beliau…
    InsyaAllah semua amal baik yang beliau tabur semasa hidupnya akan terus mengalirkan rahmat dan keberkahan bagi beliau.

    • admin 31/07/2021 at 5:02 pm - Reply

      Benar sekali, Almarhun sangat peduli dengan karyawannya, walaupun sekilas terlihat angker. Hatinya baik sekali.
      Mas Iryawan termasuk berani minta ketemu beliau. Dan beliau selalu menanggapinya, luar biasa rendah hati beliau.
      Seperti komentar saya di artikel ini, Almarhum sayang kepada semua karyawan.
      Terima kasih untuk doanya buat Pak Met Alm, Mas Iryawan

  17. Tri Wiyono 29/07/2021 at 10:06 pm - Reply

    Wow..great memorabilia, Pak Eka..
    Sebagai sesama mantan karyawan Trakindo, sayapun merasakan sentuhan nilai-nilai luhur yg Almarhum ajarkan. Semoga arwah beliau tenang di alam abadi sana dan diberikan pahala atas kebaikan yg beliau lakukan selama hidup di dunia fana ini. Aamiin.

    • admin 31/07/2021 at 4:58 pm - Reply

      Iya, Mas Tri banyak karyawan yang mengalaminya. Beliau memang luar biasa.
      Aamiin……

  18. Fauzi 30/07/2021 at 9:51 am - Reply

    Inspiratif, terimakasih pak Eka, sudah berbagi tulisan nya ???, Salam sehat selalu ??

    • admin 31/07/2021 at 4:56 pm - Reply

      Sama sama, Mas Fauzi. Terima kasih untuk komentarnya. Salam sehat dan sukses selalu ya, Salam….

  19. Agus Arifin 02/08/2021 at 4:24 pm - Reply

    Amazing, pak Eka,
    Sungguh pengalaman yg sangat luar biasa bersama owner PT. Trakindo, sy pun jadi betah bekerja di Trakindo karena system nya begitu rapi dan up-to-date,
    Sejak masuk thn 1991 di Palu, sebagai WH man, kemudian pindah ke Batuhijau (Part operation, Luwuk (BH) ,Manokwari, diSorong hingga pensiun 2021….ini sbg evident bahwa Trakindo sangat layak di referensi kan, sebagai perusahaan berkelas.
    Alhamdulillah, sy bersyukur bisa berjumpa dengan pak Met, walaupun hanya sekilas, ditahun 1994,ketika itu ada acara Tusra meet, di pantai Ancol. Dan tahun 2019 gedung TMT,
    Ketika kami mengikuti training System 2F,
    Pak Met adalah sosok yang sangat menginspirasi, sy bangga pernah bekerja dan bersyukur atas banyak ilmu dan rezeki yg saya dapat,
    Selamat Jalan pak Met, kami berterima kasih yang tak terhingga atas jasa dan usaha yg telah dirintis, doa kami Semoga pak Met memperoleh Rahmat dan Ampunan dari sang Khalik, dan semoga PT. Trakindo tetap eksis, tetap Jaya membangun Indonesia,
    Salam, dan hormat saya,
    Agus Arifin,
    Pensiunan Trakindo,
    SN2741-U05082

    • admin 03/08/2021 at 9:32 am - Reply

      Sama kesan kita ya, Mas Agus. Rencana awal cuma mau kerja 5 thn di Trakindo jadi keterusan karena sistim perusahaan terlebih lagi karakter Ownernya Pak Met, jadinya keterusan sampai pensiun….
      Almarhum memang terlihat berkharisma, berwibawa, tapi sangat baik hati. Dan itu sikap yang tulus.
      Thanks untuk komentarnya, Mas Agus

Leave A Response »