Bayi dan Orang tua…. Apa bedanya?

admin 22/07/2016 0
Bayi dan Orang tua…. Apa bedanya?

Bayi Dan Orang tua, Apa Bedanya?

Persamaan bayi dan orang tua sudah sering dibahas orang. Keduanya sama sama: rewel, ngompol, ompong, ramja (rambut jarang alias botak), gak bisa ngapa ngapain, dst.

Itu kesamaannya, apa sih bedanya antara bayi dan orang tua?

  • Orang tua pernah menjadi bayi. Bayi belum pernah menjadi orang tua.
  • Ingatan orang tua menurun, menjadi pikun, pengetahuan dan pengalamannya sirna termakan usia. Bayi ingatannya semakin kuat dengan terus belajar dari pengalamannya.
  • Otot otot orang tua melemah, karena jarang digerakkan. Otot otot bayi semakin menguat karena banyak bergerak.
  • Bayi selalu ingin tahu, sementara orang tua semakin tidak mau tahu.
  • Bayi tidak mudah tersinggung, orang tua semakin sensitive, merasa tak berguna.
  • Orang tua melihat masa lalu, bayi menyongsong masa depan.
  • Bayi optimis, tidak ragu mengambil resiko jatuh sekalipun. Orang tua manja, ingin dilayani, pesimis.
  • Bayi selalu happy dengan senyum yang ceria, orang tua cenderung cemberut dan merenung menyesali nasib.
  • Bayi tidak mudah menyerah dan terus merusaha. Orang tua cenderung mudah putus asa.
  • Bayi adalah single, orang tua “double” (punya pasangan, kebanyakan).
  • Bayi terus belajar dan beraktifitas, orang tua maunya istirahat terus…. (sampai peristirahatan terakhir…..?)
  • Orang tua merasa wajar kalau pikun, renta karena sudah usia. Bayi tidak merasa kalau dirinya berkembang sejalan dengan bertambahnya usia.

 

Bagaimana orang tua bisa belajar dari bayi, balita?

Belajar menjadi bayi! Iya, betul, belajar dari bayi! Reborn! Orang tua pernah menjadi bayi. Kenapa pengalaman itu tidak diulang? Ketika menjadi tua, hendaknya mereka melihat sesuatu dari sisi sebaliknya, bukan renta, pikun. Boleh kok meniru bayi bayi yang terus menerus bereksplorasi, belajar hal hal baru dengan gembira dan optimis. Istilah kerennya, memodel.

Sebetulnya, kepikunan tidaklah datang secepat yang terjadi. Apa yang terjadi, mereka mempercepat kepikunannya dengan meyakinkan dirinya secara keliru. Mereka tidak melakukan aktifitas pikiran dan fisik. Mereka menjadi pikun karena merasa pantas untuk pikun karena sudah tua. Kenapa tidak dibalik, merasa tidak pantas untuk pikun karena masih hidup? Kenapa berhenti berpikir (padahal ada cara untuk berpikir tanpa mikir…he he he promo dikit nih…)? Kenapa berhenti berolahraga? Kenapa tidak menikmati hidup yang enjoy?

Apa lagi bedanya bayi dan orang tua…? Bayi yang tidak punya orang tua dimasukkan ke panti asuhan. Orang tua yang tidak punya anak atau tidak dipedulikan anak, hidup di panti jompo. Apa yang terjadi ketika muda…..? Banyak yang hobi mampir ke panti pijat…….

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Penemu metode The MindWeb Way of Thinking

Penulis buku MindWeb –  A New Way of Thinking dan Berpikir Tanpa Mikir ala MindWebA Thinking Breakthrough.

mindwebway.com

Leave A Response »