Caleg Dan Decision Making

admin 01/04/2014 0

Caleg Dan Decision Making

Menjelang Pemilu untuk caleg, banyak orang yang berkomentar:”Percuma ikut nyoblos, semua partai gak beres”. Bisa dimengerti perasaan mereka yang cenderung mau menjadi golput. Mereka kesal karena begitu banyaknya anggota dewan yang korup. Itu adalah hak masing masing orang untuk memutuskan. Tapi pernahkah terpikir bahwa dengan tidak ikut memilih berarti kita membiarkan caleg caleg buruk yang cenderung menjadi koruptor untuk menang?

Dilihat dari fungsi psikologis Carl Gustav Jung, informasi yang dijadikan pertimbangan bisa jadi datang dari Sensation (input dari panca indera) atau dari Intuisi (pola yang sudah ada, kemungkinan kemungkinan). Data yang dipakai bisa saja dari track record para caleg, seperti angka korupsi partainya, catatan pribadi caleg (terutama yang mau maju lagi). Dari sisi intuisi, dilihat pola kinerja partainya, apakah cenderung memerlukan dana besar dalam pemilu dan ingin mendapatkan hasil kembali (return on investment, ROI) sesudah menjabat sebagai anggota legislatif. Biasanya, caleg model seperti ini cenderung terdorong kuat untuk memperoleh uang sebanyak banyaknya dengan berbagai cara.

Keputusannya dalam memilih, bisa dilakukan dengan dominasi perasaannya (Feeling), misalnya: β€œAh kasihan, dia blusukan terus, sampai kurus kering”, atau karena rasa senang ataupun benci terhadap figure tertentu. Saya kira orang yang memutuskan untuk menjadi golput termasuk dalam kelompok ini. Orang yang membuat keputusan dengan memakai Thinking (Pikiran) tidak akan mau menjadi golput karena dia berpikiran, kesempatan para koruptor untuk menang akan lebih besar. Kelompok ini akan tetap memilih calon terbaik dari yang ada, ataupun memilih yang terbaik dari caleg caleg yang buruk sekalipun.

Ada juga alasan dari para golput untuk tidak memilih: tidak mau ikut bertanggung jawab akan pilihan yang salah. Kalau ada caleg korup yang menang:”Tuh, kan, makanya aku tidak mau ikut memilih”. Padahal, satu suarapun bisa sangat berharga untuk menghalangi caleg buruk untuk menang. Selain itu, masih ada caleg caleg yang bagus dan jujur yang pantas dipilih.

Nasib kita hari ini ditentukan oleh keputusan yang kita buat dimasa lalu, kata Deepak Chopra:

“Everything that is happening at this moment is a result of the choices you’ve made in the past.” Deepak Chopra

Nah, dengan memakai logika sederhana MindWeb, kita bisa terjemahkan:

Everything that might happen tomorrow is a result of the choices you make today.” (MindWeb Way)

Akankah kita biarkan diri kita tidak berbuat apa apa dan memasrahkan nasib kita pada caleg caleg yang tidak bertanggung jawab?

Ayo, ikut memilih!

 

Leave A Response »