Self-Management by Fear

Eka Wartana 11/02/2026 0
Self-Management by Fear

Oleh: Eka Wartana

Ini bukan tentang Management by Fear yang sudah banyak dikenal orang. Tapi tentang hal yang berbeda. Beda pendekatan, beda cara.  

Management by Fear (MbF)

Banyak pimpinan yang menerapkan Management by Fear (MbF) supaya perintah nya dituruti staff nya. Staff nya adalah objek nya. Sikapnya otoriter, tidak mau dibantah.

Fear (ketakutan) diciptakannya melalui intimidasi, surat peringatan, demosi, skorsing hingga pemecatan.

Pemimpin yang suka menjalankan management by fear, sesungguhnya adalah pemimpin yang dibayangi oleh fear (ketakutan) di dalam diri nya sendiri.

Apa yang dia takutkan? Yang ditakutkan nya sering kali karena khawatir akan kehilangan, bisa kehilangan posisi, bisa gengsi, ataupun takut kehilangan kepercayaan diri nya.

Munculnya menjalankan MbF bisa dipicu oleh kompensasi atas ketakutan yang dialami nya di tempat lain (di rumah?) atau pengalaman nya sendiri diperlakukan dengan MbF. Ketakutan yang dialaminya diteruskan ke bawahan nya.

Apa dampaknya bagi perusahaan? Hasilnya hanya untuk jangka pendek. Inisiatif, kreatifitas menghilang. Cenderung menciptakan karyawan penurut (biarpun perintah nya salah), penjilat (asal atasan senang). Loyalitas nya? Semu.

Management by Discipline and Demanding (MbDD)

Ini adalah bentu lain dari management yang sering disalah artikan seperti MbF.

Fear bisa juga terbentuk bukan sebagai akibat dari dipakainya MbF.

Tapi dari penerapan disiplin yang ketat, dead line yang singkat, target yang menantang, kualitas yang prima, bisa juga menimbulkan rasa takut (fear).

Tak ada intimidasi, tak ada ancaman, tapi staff merasa khawatir, misalnya kalau terlambat menyelesaikan tugas, target tidak tercapai, kualitas kerja kurang bagus. Yang ditekankan adalah rasa tanggung jawab yang tinggi.

Manfaat nya? Karyawan terbiasa bekerja secara professional dengan kualitas dan output yang tinggi. Kreatifitas dan insiatif tetap dihargai.

MbDD ini sering dikaburkan dengan MbF padahal konteks nya berbeda.

SELF-Management by Fear (SMbF)

Berbeda dengan Management by Fear (MbF), subjek dari SELF-Management by Fear (SMbF) adalah dirinya sendiri, bukan pimpinan nya. Mereka memakai rasa takut (fear) yang diciptakan sendiri untuk memicu, memacu dan memotivasi diri.

Contohnya.

Khawatir akan timbul nya masalah dalam pekerjaan: dia melakukan tindakan pencegahan lebih awal.

Khawatir akan terlambat nya penyelesaian tugas: mulai lebih awal, tingkatkan kecepatan dan akurasi kerja, cari cara cara yang lebih efektif (buat terobosan).

Khawatir akan masa depan nya: bekerja lebih keras, lebih cerdas, terus menerus meningkatkan skills dan kompetensi, mengelola keuangan dengan cerdas.

Rasa takut, khawatir sengaja dirasakan nya supaya persiapan bisa dilakukan dengan lebih baik demi tercapainya tujuan. Takut nya bukan pada orang (atasan) tapi pada objektif nya.

Fear Management

Sesungguhnya, SMbF merupakan salah satu cara mengelola rasa takut, Fear Management (FM).

Cara praktis mengelola Fear:

  • Kenali, apa yang membuat ada nya rasa takut
  • Cari opsi opsi untuk mengatasi nya. SMbF salah satu cara yang bisa dipakai.
  • Ketika ada kesalahan, segera perbaiki 
  • Selalu tingkatkan kemampuan profesional, speed dan accuracy kerja untuk mencegah kesalahan.
  • Tingkatkan kepercayaan diri supaya jangan sampai ‘fear’ yang mengendalikan diri kita.
  • Always Do Your Best. “Everything you do, do it for the BEST”(mengutip judul lagunya Brian Adams)

Ketika mempunyai Boss  yang menerapkan Management by Fear maka jawaban nya ada dua:

  1. Terapkan Fear Management
  2. Lawan dengan SELF-Management by Fear

Disclaimer: Istilah Self-Management by Fear bukanlah hasil dari study ilmiah, tapi kreasi dari penulis semata: bagaimana melihat MbF dari sisi yang berbeda.

Salam Relative- Contradictive,

Eka Wartana

Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking

Professional Licensed Trainer, MWS International

Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb

Over 30 years of experience in various managerial positions

Website: www.mindwebway.com

#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #managementbyfear #Selfmanagementbyfear

Leave A Response »