Oleh: Eka Wartana
Suara motor nya gak kalah dengan suara motor GP. Cuma kalah dengan deru mobil Formula 1.
Gaya pemotor nya? Jauh lebih sombong dari pebalap beneran. Dia merasa semua orang memperhatikan dan mengagumi diri nya. Padahal? Kebanyakan orang mencemooh dia. Sebagian malah memaki nya.
Si pemotor brong merasa diri nya hebat, ngebut dengan suara motor yang menderu. Sementara orang orang merasa kasihan pada nya, kok di jalanan masih ‘bermimpi’. Dia berada di quadrant “Blind Spot” dalam Johari Window. Apa yang dia lihat tentang diri nya bertentangan dengan pandangan banyak orang. Yang aneh, hal itu dirasakan nya sebagai hal yang wajar.
Pemotor brong membayangkan diri nya sama dengan pebalap asli. Pebalap beneran sesungguh nya berada dalam quadrant “Open” (terbuka).. Pandangan nya terhadap diri nya selaras dengan pandangan orang yang menyaksikan aksi nya di trek balap.
Kok seperti nya ada yang mirip ya antara premotor brong dan pe-moge (motor gede). Deruan motor nya lebih indah dari pada motor brong yang memekik dan memekakkan telinga. “Auman” moge yang lewat membuat jantung bergetar lebih keras.
Pemotor brong merasa diri nya sebagai “pebalap jalanan”. Pemotor gede merasa diri nya sebagai “raja jalanan”. Kendaraan lain harus menyingkir ketika si moge lewat. “Ada orang yang (merasa) kaya dan berkuasa sedang lewat!”. Ada nya “pengawal” membuat mereka semakin arogan.
Dilihat dari sisi hukum, premotor brong bisa ditilang karena melanggar pasal dalam UU No. 22/2009 (Pasal 48 & 285) dan Permen LH No. 7/2009 (batas kebisingan). Kok masih banyak sekali pemotor brong yang berseliweran tanpa ditindak petugas ya?
Bagaimana dengan pemoge? Apakah dianggap melanggar UU diatas juga? Mungkin dikecualikan? Rombongan moge yang biasa nya dikawal petugas, siapa yang berani menilang nya?
Bagaimana dengan pengendara moge yang lain: mobil gede? Walaupun tanpa pengawal, kebanyakan dari pengendara nya juga arogan, mau menang sendiri. (tidak semua pengendara moge arogan lho).
Ketika pemotor brong dan moge lewat, siapa yang terganggu? Semua orang. Ada yang sedang sakit, ada yang sedang istirahat, ada yang sakit jantung. Mereka semua sangat terganggu. Tapi ada juga yang tidak merasa pusing dengan deruan motor menggelegar itu. Siapa? Para tuna rungu…..
Seberapa tinggi kira kira kecerdasan emosional (EQ) para pmotor brong itu? Mungkin minus ya…..?!?
Pernah ada peristiwa dimana para premotor brong yang ‘pamer’ kekuatan di depan asrama tentara. Akibat nya mereka di’tertib’kan. Salah kah tentara yang menindak nya? Kiranya tidak. (Artikel terkait nya: https://mindwebway.com/2024/04/03/motor-brong-kemarahan-oknum-tni-bisa-dimengerti/)
Diclaimer: Tidak semua pe motor gede bersikap arogan, walaupun sebagian besar terlihat seperti itu di mata Masyarakat. Kalau ada yang merasa tersinggung, mohon maaf ya….
Salam Problem Preventing,
Eka Wartana
Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking
Professional Licensed Trainer, MWS International
Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb
Over 30 years of experience in various managerial positions
Website: www.mindwebway.com
#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #motorbrong #arogansi #moge #ego







