Oleh: Eka Wartana
Lucu ya melihat ulah manusia.
Terkadang mau berbagi, tapi lebih sering pelit.
Boros berbagi masalah. Perasaan nya diumbar di medsos.
Tapi pelit berbagi ilmu. Ilmu nya disimpan untuk diri nya sendiri.
Kalaupun mau dibagi, “Imbalan buat aku apa?”.
Curhatan diumbar one way (satu arah saja, dari aku ke kamu), ilmu di tawarkan ‘two ways’ (imbal baik, transactional).
Kenyataan dalam dunia professional: sangat jarang orang mau berbagi ilmu dengan orang lain. Kenapa ya?
Karena dia menyimpan ketakutan di dalam diri nya:
- Takut tersaingi
- Takut orang lain menjadi lebih pintar
Mereka lupa bahwa….
Bersedekah tidak membuat orang lain menjadi saingan nya
Bersedekah tidak menjadikan orang lain lebih kaya dari nya
Berbagi ilmu? Pertanyaan nya:
• Kenapa takut bersaing? Bisa jadi karena kurang percaya diri. Atau karena ilmu nya cuma sekedarnya saja.
• Kalau orang lain menjadi lebih pintar? Akui, syukuri dan beri dukungan. Promosi Anda terbuka bila sudah ada pengganti yang capable. Jadi, kenapa takut?
Mereka lupa bahwa….
Tanpa orang tua yang mengajarkan dia berjalan, berkomunikasi, apakah dia bisa menjadi seperti sekarang ini?
Tanpa para guru, apakah dia bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki nya sekarang?
Tanpa adanya buku buku, video, training, apakah dia bisa menjadi ‘sepintar’ sekarang?
Sekarang dia mau menyimpan ilmu, pengetahuan, pengalaman nya sendiri untuk diri nya saja. Benarkah begitu? Ternyata tidak. Mereka enggan berbagi ilmu dengan sesama manusia. Mereka lebih suka mewarisi ilmu nya untuk belatung di liang kubur nya.
Adalah pemikiran dangkal yang hanya melihat ‘alpha’ nya saja (situasi yang sekarang). Mereka tidak melihat ‘omega’ nya dalam kehidupan. Saat itu, belatung menyantap otak nya, tapi semua ilmu nya lenyap entah ke mana…..
Satu pemikiran yang egois dan sempit!
Oh, iya….ada lagi alasan orang tidak mau berbagi ilmu nya:
“Gue capek capek ngumpulin ilmu, elo mau enak aja ngambil dari gue!” (Kalau untuk belatung, boleh ya….?)
Kok lebih sayang sama belatung ya dari pada sesama…..?
Saran:
Bagikanlah ilmu, pengetahuan, pengalaman sebanyak mungkin kepada teman/kolega, staff, bawahan, bahkan atasan sekali pun.
Dengan cara itu, Anda bukan hanya membantu perkembangan karier nya, tapi juga kehidupan keluarga nya.
Itu adalah manifestasi rasa syukur yang sangat mulia!
Salam Relative- Contradictive,
Eka Wartana
Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking
Professional Licensed Trainer, MWS International
Author: Relative-Contradictive, Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking, MindWeb
Over 30 years of experience in various managerial positions
Website: www.mindwebway.com
#mindwebway #mindweb #berpikirtanpamikir #ekawartana #relativecontradictive #karyaanakbangsa #interconnection #berbagi







